TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||Ketika wartawan dari beberapa media mengunjungi kantor Desa Siandor-andor, Kepala Desa Sanggam Hutapea tidak berada di tempat. 23/06/2025.
Wartawan menemukan dikantor Kepala Desa Siandorandor, tidak hanya Lambang Negara Indonesia yang tidak ada, tapi juga tidak terdapat foto Kepala Daerah yang biasanya dipajang di kantor desa lainnya sebagai bentuk penghormatan pada kepemimpinan daerah.
Hal ini cukup unik karena umumnya kantor desa memajang foto kepala daerah setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, sebagai tanda kesetiaan dan dukungan terhadap kepemimpinan lokal.
Tidak adanya foto Kepala Daerah di kantor Desa Siandor-andor menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik hal tersebut.
Sudah empat bulan sejak Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Dr. Deni Lumbantoruan, resmi menjabat sebagai kepala daerah, namun kantor Desa Siandor-andor, Kecamatan Tarutung, belum juga memajang foto mereka. Ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan keterlambatan atau bahkan diduga keputusan sengaja untuk tidak memajang foto kepala daerah di kantor desa tersebut.
Foto Presiden dan Wakil Presiden di kantor Kepala Desa Siandor-andor terlihat dipajang seadanya, tidak seperti foto Presiden di kantor desa lainnya di Kabupaten Tapanuli Utara yang biasanya dipajang dengan lebih rapi dan terhormat. Perbedaan ini menimbulkan kesan bahwa pemasangan foto di kantor Desa Siandorandor kurang diperhatikan atau tidak dianggap prioritas.
Bangun MT Manalu, Ketua LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (PERKARA), menyatakan bahwa instansi terkait perlu memberikan perhatian khusus kepada Pemerintahan Desa Siandor-andor yang dipimpin oleh Kepala Desa Sanggam Hutapea.
Menurutnya, perlu ada upaya untuk memberikan pencerahan tentang wawasan kebangsaan, mengingat kurangnya perhatian terhadap simbol-simbol negara dan kepemimpinan di kantor desa tersebut. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan memajang simbol negara dikantor desa.
Bangun MT Manalu, Ketua LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (PERKARA), menyatakan bahwa instansi terkait perlu memberikan perhatian khusus kepada Pemerintahan Desa Siandor-andor yang dipimpin oleh Kepala Desa Sanggam Hutapea. Menurutnya, perlu ada upaya untuk memberikan pencerahan tentang wawasan kebangsaan, mengingat kurangnya perhatian terhadap simbol-simbol negara dan kepemimpinan di kantor desa tersebut.
Ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan terkait pemasangan simbol negara dikantor desa. Pungkasnya.
Wartawan mencoba menghubungi Kepala Desa melalui telpon dan pesan WhatsApp untuk menanyakan tentang tidak adanya foto Bupati dan Wakil Bupati di kantor desa, namun nomor WhatsApp-nya tidak aktif. Hal ini mempersulit proses klarifikasi dan membuat wartawan kesulitan mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Sebelum berita ini diterbitkan dibeberapa Media online, cetak dan TV Streaming awak media ini mengirimkan rilis berita pada Kepala Desa demi perimbangan berita, nomor WhatsApp kepala Desa tidak aktif, sudah conteng satu.(Abednego P.I Manalu)













Leave a Reply