Advertisement

Zelenskyy Ungkap Dugaan Pasukan Korea Utara di Ukraina: Video Klaim Tentara Rusia Membakar Jasad Tentara Korut Beredar

Kyiv, Ukraina – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik yang terus memanas antara Ukraina dan Rusia. Dalam sebuah video yang diunggahnya di media sosial pada Selasa (27/12), Zelenskyy mengklaim bahwa tentara Rusia telah membakar jasad seorang tentara Korea Utara yang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina. Video tersebut diduga merupakan upaya untuk menyembunyikan keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang.

 

Isi Video dan Tuduhan Zelenskyy

Video berdurasi 30 detik yang dibagikan Zelenskyy menunjukkan rekaman yang tampaknya memperlihatkan mayat yang terbakar sebagian. Dalam video itu terdapat teks terjemahan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, “Rusia berusaha menyembunyikan wajah-wajah tentara Korea Utara bahkan setelah kematian.”

 

Selain itu, video tersebut menampilkan close-up seorang tentara yang diduga berasal dari Korea Utara. Dalam rekaman lain, terlihat seorang tentara dengan wajah khas Asia berbicara ke arah kamera sambil berkata, “Tidak, tidak.” Dari balik kamera terdengar suara yang memberikan perintah, “Katakan padanya untuk memakai masker. Pakai masker itu.”

 

Zelenskyy mengecam tindakan tersebut, menuduh Rusia berusaha menutupi keberadaan tentara Korea Utara di medan perang. Ia menyebut tindakan itu sebagai “demonstrasi ketidakhormatan terhadap manusia” dan menuntut pertanggungjawaban dari Moskow.

 

“Rusia tidak hanya mengirimkan pasukan Korea Utara untuk menyerbu posisi Ukraina, tetapi juga berusaha menyembunyikan kehilangan dari orang-orang ini,” tegas Zelenskyy. “Dan sekarang, setelah pertempuran pertama dengan prajurit kami, Rusia berusaha… untuk benar-benar membakar wajah tentara Korea Utara yang tewas dalam pertempuran.”

 

Kekhawatiran Kerja Sama Rusia-Korea Utara

Rilis video ini memicu kekhawatiran global tentang semakin dalamnya hubungan militer antara Rusia dan Korea Utara. Sebelumnya, intelijen pertahanan Ukraina melaporkan bahwa sekitar 200 tentara dari unit gabungan Rusia dan Korea Utara tewas dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina. Namun, laporan tersebut tidak merinci jumlah korban di masing-masing pihak.

 

Sementara itu, Gedung Putih pada Senin (26/12) mengonfirmasi bahwa pihaknya percaya Korea Utara telah mengalami kerugian tentara yang signifikan. Pernyataan ini menjadi pengakuan publik pertama dari Washington mengenai keterlibatan dan kematian tentara Korea Utara dalam konflik Rusia-Ukraina.

 

Seorang pejabat keamanan AS yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pasukan Korea Utara mungkin digunakan sebagai “umpan meriam” oleh Rusia. Penggunaan tenaga asing dalam perang ini semakin meningkatkan kritik internasional terhadap Kremlin.

 

Kecaman Terhadap Rusia

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menekankan bahwa tindakan Rusia tidak hanya melanggar etika perang tetapi juga mencerminkan perlakuan tidak manusiawi terhadap tentara yang mereka kirim ke medan pertempuran.

 

“Ini adalah penghinaan terhadap martabat manusia, baik hidup maupun mati,” tambahnya. “Rusia harus bertanggung jawab atas tindakannya di hadapan dunia.”

 

Tuduhan ini memperdalam ketegangan diplomatik antara Ukraina dan Rusia, serta memancing reaksi keras dari komunitas internasional. Ukraina meminta dunia untuk tidak hanya mengecam, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama perang ini.

 

Tanggapan Rusia dan Korea Utara

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim Zelenskyy. Korea Utara juga belum mengomentari dugaan keterlibatan tentaranya dalam konflik Ukraina. Sebelumnya, kedua negara diketahui meningkatkan kerja sama militer, termasuk dugaan pengiriman senjata oleh Pyongyang untuk mendukung operasi militer Rusia.

 

Konflik yang Semakin Memanas

Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung hampir dua tahun terus menunjukkan eskalasi, dengan melibatkan lebih banyak aktor internasional. Tuduhan terbaru ini semakin menyoroti dinamika konflik yang kompleks, di mana keterlibatan Korea Utara menjadi perhatian utama dunia.

 

Pemerintah Ukraina menyerukan dukungan internasional untuk menekan Rusia dan mitranya agar menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional. Sementara itu, publik dunia menantikan pengungkapan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Korea Utara dan dampaknya terhadap konflik yang berkepanjangan ini.

 

Sumber : Yonhap

837 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *