Advertisement

Warga Bersama BPD Apresiasi Pembangunan Desa Pagaran Lambung II

TAPANULI UTARA -Editorial24jam.com ||Di Desa Pagaran Lambung II, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. warga mengapresiasi Kepala Desanya lantaran dinilai telah membawa perubahan signifikan dalam mengelola membangun desa melalui kerja kerasnya.

• Apresiasi ini muncul karena kinerja Binsar Simatupang selaku kepala desa Pagaran Lambung dua periode dinilai mampu membangun, mengoptimalkan infrastruktur, memberdayakan masyarakat secara transparan dan bersih dalam pelayanan publik.

Agustinus Sitohang selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di daerah itu menyampaikan kepada beberapa Media, Rabu (27/08/2025) menyebut kalau pembangunan desa mereka banyak kegiatan yang menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Desa.

“Binsar Simatupang sudah menjabat dua periode, tidk pernah terjadi masalah dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), bahkan dalam pengelolaan dana desa, kades kami seslalu transparan. Begitu juga dengan kegitan Desa selalu terlebih dahulu dirapatkan dalam musawarah desa,” kata Agustinus.

Hal senada juga diungkapkan boru Hutagalung dan boru Silaban warga lain saat dihubungi secara terpisah.
“Sebagai warga masyarakat biasa, saya merasa ada perubahan besar di desa ini. Kehidupan kami semakin damai dan sejahtera berkat pembangunan yang dilakukan pemerintah desa sekarang. Jika tahun 2023 kemarin dusun Huta Tonga Tonga ini belum bisa dilalui kendaraan roda dua, tapi berkat program pembangunan yang dikelola bapak Kades Simatupang melaalui Dana Desa 2024 lalu kini roda empat sudah bebas masuk,” kata boru Silaban diamini temannya boru Hutagalung.

Ia juga menambahkan bahwa Kepala desa mereka bersama perangkatnya bekerja dengan hati nurani dan kesepakatan bersama masyarakat, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan.

Mereka juga membantah kalau pekerjaan fisik yang bersumber dari dana desa di desa tersebut dikerjakan asal asalan.
“Tidak benar ada pekerjaan dana desa di desa kami ini dikerjakan asal. Sebab pekerjaan yang bersumber dari dana desa selalu berdasarkan rapat musyawarah desa,”terang boru Silaban diamini temannya.(BMT.Manalu) 

147 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *