Advertisement

Dugaan Ketidaksesuaian Proyek SPAM Taput, Perkim Diminta Jelaskan

TAPUT – Editorial24jam.com || Sejumlah awak media yang tergabung dalam tim investigasi melayangkan surat konfirmasi kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Utara terkait pekerjaan Perluasan/Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Desa Tapian Nauli III, Kecamatan Sipahutar, yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta petunjuk pelaksanaan.

Dugaan tersebut muncul setelah tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan intake (sumber air). Dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah item pekerjaan yang dinilai perlu mendapat evaluasi lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan SPAM tersebut mencakup beberapa item, antara lain pekerjaan persiapan, pembangunan intake di sumber air, pemasangan pipa dari intake ke bak reservoir eksisting, pekerjaan pipa di bak reservoir, pemasangan pipa dari reservoir ke pinggir jalan aspal hingga ke kamar mandi umum Dusun III Janji Raja, pembangunan trust block atau penyangga pipa dengan berbagai ukuran, pembangunan tangga di reservoir, serta pekerjaan penunjang lainnya.

Dari sejumlah item pekerjaan tersebut, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian dan pertanyaan publik. Upaya konfirmasi telah dilakukan tim melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Dinas Perkim serta Kepala Bidang Cipta Karya, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat tanggapan. Oleh karena itu, awak media melayangkan surat konfirmasi resmi tertanggal 22 Januari 2026.

Dalam surat tersebut, disampaikan sejumlah dugaan permasalahan di lapangan, antara lain:

  • Pipa besi di lokasi intake terlihat tidak ditanam sebagaimana mestinya.
  • Pipa besi tidak dilapisi cat pelindung untuk menjaga kualitas dan ketahanan material.
  • Penanaman pipa besi dinilai perlu ditinjau ulang kesesuaiannya dengan acuan teknis, mengingat lokasi berada di area penanaman pohon eucalyptus.
  • Papan informasi proyek tidak terpasang secara jelas sehingga masyarakat tidak mengetahui detail pekerjaan.
  • Belum adanya pengakuan atau serah terima pekerjaan kepada pemerintah desa setempat.
  • Keluhan masyarakat terkait pembayaran upah pekerja yang belum sepenuhnya dilunasi oleh pihak rekanan.
  • Bak reservoir dilaporkan tidak memiliki penutup.
  • Terlihat adanya rembesan air di permukaan tanah di sekitar reservoir yang diduga akibat kebocoran pipa.

Delapan poin tersebut dinilai cukup memprihatinkan, mengingat proyek ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, yakni ketersediaan air bersih. Hal ini diharapkan pada pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi pengawas dari pemerintah, dapat segera melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan secara terbuka.

Hingga saat ini, sangat disayangkan belum adanya respons dari pihak Dinas Perkim Kabupaten Tapanuli Utara atas surat konfirmasi yang telah disampaikan. Sesuai prinsip jurnalistik, berita ini masih membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait.

Penulis : [Totto H Rumabutar]

Redaktur : [Abednego Manalu]

283 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *