TAPANULI UTARA- editorial24jam.com ||Masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Simorangkir Kecamatan Siatas barita, Kabupaten Tapanuli Utara dan para pengguna jalan yang menuju wisata salib kasih mengeluhkan buruknya kualitas pengerjaan proyek pengaspalan jalan hotmix yang dinilai dikerjakan asal jadi dan beram jalan sepertinya jebakan maut, Warga menyesalkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait, khususnya dari BBPJN( Balai besar jalan nasional) terhadap proyek yang dibiayai oleh anggaran pemerintah tersebut.
Salah seorang pemerhati pembangunan Bangun MT Manalu menyampaikan kepada wartawan, selasa(17/03/2026), apakah pengerjaan pengaspalan jalan hotmix dilakukan pengerjaannya sudah sesuai dengan standar mutu sebagaimana yang tercantum dalam kontrak kerja.
Menurut Bangun lapisan aspal yang dikerjakan terlihat sangat tipis dan terkesan dikerjakan terburu-buru. Bahkan, beberapa bagian aspal yang baru selesai dikerjakan sudah mulai mengalami kerusakan ketika dilalui kendaraan, padahal belum lama selesai diaspal dan jarang dilalui mobil besar sudah kelihatan pori pori disepanjang jajan menunjukkan dugaan bahwa aspalnya tipis, penghematan material demi keuntungan oknum kontraktor, Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan jalan tersebut.
Warga berharap agar pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana pemerintah pusat dari pajak rakyat benar-benar dikerjakan secara profesional dan berkualitas. Pasalnya, jalan merupakan fasilitas vital bagi masyarakat tiga desa (sidagal, simanapang, Lobu hole) dalam menunjang aktivitas sehari-hari serta menjadi urat nadi perekonomian warga di wilayah tersebut dan juga akses vital menuju pariwisata salib kasih DiKabupaten Tapanuli Utara ” hasil pengerjaannya seperti ini, tentu sangat merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan,beram jalan yang dalam, cukup mengancam keselamatan para pengguna jalan dan beram jalan hanya beberapa titik yang dirabat apakah sesuai RAB,ada dugaan merugikan keuangan negara,” ujar warga tersebut. Ia menambahkan bahwa kualitas pekerjaan yang buruk menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Lebih lanjut, warga juga menegaskan bahwa apabila terbukti pengerjaan proyek pengaspalan hotmix tersebut tidak sesuai spesifikasi dan merugikan keuangan negara, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Diketahui, proyek pengaspalan jalan hotmix di Jalan Simorangkir — simanapang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Proyek ini dilaksanakan oleh CV.TOBA SEJAHTERA dengan nilai anggaran sebesar Rp10.554.558.000 (Sepuluh milyar lima ratus lima puluh empat juta lima ratus lima puluh delapan ribu)
Sementara itu, Reporter Palapa TV telah berupaya melakukan konfirmasi langsung melalui pesan WhatsApp kepada PPK Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat. (Red)













Leave a Reply