TAPUT – Editorial24jam.com || Beredarnya isu mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu 20 hari memicu aksi panic buying di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tapanuli Utara. Akibatnya, beberapa SPBU dipadati kendaraan masyarakat yang khawatir pasokan BBM akan segera habis.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Marulak Daniel Mantovani Lumban Tobing, SE, MM, menyampaikan bahwa pihak PT Pertamina (Persero) melalui perwakilan PT SAM Retail Sibolga memastikan stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sibolga dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan, lonjakan pembelian BBM di SPBU terjadi karena masyarakat panik setelah mendengar informasi yang belum tentu benar.
“Stok BBM kita sebenarnya aman. Namun karena adanya isu yang beredar, masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Akibatnya SPBU diserbu,”jelasnya.

Selain itu, di beberapa tempat juga muncul pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan kabar bahwa BBM akan habis atau harganya akan segera naik.
Isu tersebut muncul setelah adanya pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan ketahanan stok BBM nasional sekitar 20 hari. Namun, pernyataan tersebut disalahartikan oleh sebagian masyarakat.
Yang dimaksud dengan ketahanan 20 hari adalah kemampuan cadangan stok BBM nasional untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam kondisi tertentu hingga 20 hari, termasuk ketika terjadi lonjakan permintaan, bukan berarti BBM hanya tersedia selama 20 hari saja.
Di SPBU 14.224.307 Silakkitang, seorang sopir pick-up yang ditemui saat mengantre mengaku telah menunggu selama dua jam untuk mendapatkan BBM. Ia mengaku rela mengantre lama karena khawatir setelah mendengar isu yang menyebutkan bahwa BBM akan langka dalam waktu dekat.
“Saya sudah antre hampir dua jam. Saya dengar isu katanya minyak mau langka dalam 20 hari, jadi saya memilih ikut antre supaya tidak kehabisan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Stok BBM di wilayah ini aman. Belilah BBM sesuai kebutuhan dan secara wajar agar distribusi tetap lancar dan semua masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya,” ujar Marulak.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply