TAPUT – Editorial24jam.com || Warga Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, mengeluhkan kinerja Kepala Puskesmas Pangaribuan dr.Donda Purba yang diduga jarang masuk kantor. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Senin (19/01/2026).
Menurut keterangan sejumlah warga, absennya pimpinan puskesmas dalam waktu yang cukup sering menimbulkan persoalan serius, terutama dalam hal pengawasan internal dan kualitas pelayanan.
Puskesmas Pangaribuan sendiri diketahui merupakan puskesmas rawat inap yang membutuhkan kehadiran dan peran aktif pimpinan dalam menjalankan manajemen pelayanan.
“Jika kepala puskesmas jarang berada di tempat, tentu pelayanan seperti konsultasi, pemberian obat, hingga kegiatan promotif dan preventif menjadi tidak maksimal,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, jarangnya kehadiran pimpinan juga dikhawatirkan berdampak pada lemahnya pengawasan terhadap tenaga kesehatan dan staf puskesmas. Hal tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan serta menimbulkan ketidakpuasan dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.
Warga juga menyoroti dugaan pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Pasal 23 ayat (6) disebutkan bahwa ASN wajib menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, dan tindakan, baik di dalam maupun di luar kantor.
Hal ini juga ditegaskan dalam Kode Etik ASN, Pasal 5, yang mengatur kewajiban ASN untuk melaksanakan tugas secara jujur, bertanggung jawab, berintegritas tinggi, serta disiplin dalam bekerja.
Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS mengatur sanksi bagi pegawai negeri yang tidak menaati kewajiban jam kerja.
Apabila dugaan sering bolos kerja tersebut terbukti, warga menilai hal itu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin berat, termasuk dugaan penyalahgunaan waktu kerja, mengingat gaji dan tunjangan kepala puskesmas dibayarkan oleh negara setiap bulannya.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap kinerja Kepala Puskesmas Pangaribuan. Warga juga meminta agar sanksi tegas berupa pembinaan hingga pencopotan jabatan dapat diberikan apabila terbukti melanggar aturan.
“Jangan sampai dibiarkan, karena dikhawatirkan akan menjadi contoh buruk bagi pegawai lainnya. Bagaimana pelayanan bisa maju dan berkualitas jika dipimpin oleh pimpinan yang tidak disiplin,” tegas warga.
Tim media telah beberapa kali melakukan kunjungan untuk melakukan konfirmasi langsung, namun hingga berita ini diterbitkan, kepala puskesmas Pangaribuan belum dapat ditemui dan tidak respon ketika dihubungi.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply