TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henri Sitompul, kembali melakukan kunjungan ke lokasi longsor di Dusun Pulo Godang Simpang Hariara dan Dusun Naga Timbul Desa Manalu, Kecamatan Parmonangan, untuk memantau kondisi terkini pasca-bencana alam longsor pada Jumat, 28 November 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henri Sitompul, bersama tim yang terdiri dari beberapa Kepala Dinas, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana tanah longsor di jalan akses penghubung Desa Huta Julu, Huta Julu Balik, dan Desa Manalu, Kecamatan Parmonangan.
Tim ini mencakup Bontor Hutasoit (Kadis Pendidikan), Budiman Gultom (Kadis Perkim), Nokmam Simanungkalit (Sekdis Perkim), Jonner Nababan (Kadis Perijinan), Agus Sinaga (Kadis Perpustakaan), Satiadarma Nababan (Sekdis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), serta pejabat terkait lainnya.
Mereka bertujuan untuk melihat langsung kondisi lokasi dan menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat untuk memulihkan akses dan membantu masyarakat terdampak.
Bantuan logistik yang akan disalurkan ke masyarakat desa terdampak diserahkan kepada Kantor Camat Parmonangan untuk menunggu proses penyaluran lebih lanjut ke desa. Namun, proses penyaluran bantuan ini tertunda karena akses jalan yang terputus akibat bencana, sehingga Camat dan timnya berkoordinasi untuk mencari solusi agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sekdakab Tapanuli Utara, Henri Sitompul, bersama Satiadarma Nababan, Bontor Hutasoit, dan Sudarsono Manalu, melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Manalu yang berada di lokasi longsor. Mereka berupaya untuk membantu membersihkan material longsor dan mencari solusi efektif untuk membuka akses jalan yang terputus, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak.
Peristiwa longsor telah memutus akses jalan dari Desa Pertengahan ke Kecamatan Parmonangan, sehingga masyarakat Desa Huta Julu terpaksa berjalan kaki untuk menuju Kecamatan Parmonangan. Berdasarkan informasi dari warga setempat, Boru Silitonga, terdapat 12 titik longsor di jalur menuju Huta Julu yang menyebabkan akses jalan menjadi tidak dapat dilalui. Situasi ini semakin menyulitkan upaya penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Satyadarma Nababan berkomunikasi dengan dua ibu-ibu yang mengaku Boru Silitonga, yang memberikan informasi bahwa sekitar 13 rumah rusak akibat banjir didesa Huta Julu. Selain itu, informasi dari warga setempat, Marga Manalu, menyebutkan bahwa warung-warung di daerah tersebut sudah tidak memiliki persediaan sembako, terutama beras. Informasi ini sangat krusial untuk membantu penanganan bencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Nokman Simanungkalit, Sekretaris Perkim, menjelaskan kondisi jalan yang tertutup material longsoran kepada Kadis Perkim dan Kadis PMD berdasarkan hasil survei yang telah dilakukannya. Ia memberikan informasi detail mengenai kondisi terkini jalan dan material longsor yang menghalangi akses.
Setelah melakukan pembukaan pada titik longsor pertama yang sekitar 80% sudah selesai dikerjakan, Tim yang dipimpin oleh Sekdakab Tapanuli Utara bersama OPD lainnya melanjutkan peninjauan ke titik longsor kedua yang juga menghalangi akses jalan.
Mereka bertujuan untuk melakukan asesmen lebih lanjut dan menentukan strategi penanganan yang tepat untuk membuka akses jalan yang terputus supaya logistik dapat sampai pada masyarakat.
Dari hasil kordinasi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henri Sitompul bersama Tim OPD agar membuka dapur umum untuk masyarakat yang terdampak peristiwa Alam.
Berdasarkan hasil koordinasi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henri Sitompul, bersama Tim OPD, diputuskan untuk membuka dapur umum guna membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat yang terdampak peristiwa alam. Dapur umum ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses makanan akibat bencan alam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henri Sitompul, bersama Tim meninggalkan Kantor Camat Parmonangan sudah malam untuk memastikan bahwa rencana pembukaan dapur umum dapat segera dilaksanakan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Mereka berupaya keras untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang membutuhkan meskipun sudah malam.
Penulis : BMT. Manalu
Redaktur : Abednego













Leave a Reply