Advertisement

H. Kurniawan: Relawan Sejati Tak Butuh Jabatan, Tapi Tak Akan Diam Jika Kabinet Tak Loyal

JAKARTA – Editorial24jam.com || Menjelang satu tahun kepemimpinan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Oktober 2025 mendatang, para relawan menyampaikan sejumlah catatan kritis sekaligus apresiasi terhadap jalannya pemerintahan.

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan, menegaskan bahwa meskipun banyak terobosan positif dilakukan Presiden Prabowo, masih ada kelemahan mendasar yang harus segera dibenahi, terutama terkait soliditas Kabinet Merah Putih.

“Belum kompaknya kabinet, bahkan ada kesan berjalan sendiri di luar kebijakan presiden, adalah hal mendasar yang tidak boleh terus dibiarkan. Tidak loyal dan tidak berpihak kepada masyarakat merupakan catatan merah bagi para menteri yang kerap membuat blunder di tengah publik,” tegas Kurniawan.

Ia juga menyoroti kondisi perekonomian yang masih belum pulih sepenuhnya pasca-pandemi Covid-19. Menurutnya, sejumlah kebijakan justru membebani masyarakat dan dinilai tabu dilakukan pejabat negara di tengah situasi sulit.

“Kita semua tahu beban negara berat karena besarnya hutang peninggalan sebelumnya. Namun itu bukan alasan untuk menaikkan pajak atau membuat aturan yang menyengsarakan rakyat. Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya karena bisa menggerus kepercayaan masyarakat kepada negara,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi sikap tegas Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Kurniawan menyadari, langkah berani itu kerap menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang tidak senang, bahkan berpotensi menggoyang kepemimpinan Presiden.

“Di sinilah peran kami, para loyalis sejati Prabowo, untuk menjaga, mengawal, dan memantau semua program kerja positif. Bila ada oknum yang tidak cakap dan profesional, kami siap melaporkannya agar segera diambil langkah perbaikan,” ujarnya.

Selain ekonomi, Gerakan Cinta Prabowo juga menyoroti kondisi penegakan hukum yang dinilai semakin semrawut. Ia meminta Presiden tak ragu menindak tegas aparat yang melanggar aturan.

“Bila perlu, copot dan ganti pejabat yang tidak loyal serta merugikan institusi dan masyarakat. Jangan biarkan rakyat makin kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum,” tegas Kurniawan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa relawan sejati tidak pernah meminta jabatan atau ikut berebut posisi politik. Bahkan, mereka tidak iri bila pihak lawan yang bergabung—yang disebutnya sebagai “anak pungut”—lebih dulu mendapat jabatan.

“Melihat Bapak Prabowo menjadi presiden adalah kebanggaan bagi kami yang sudah berjuang sejak lama. Namun kami tentu akan marah bila ‘anak pungut’ yang diberi jabatan justru tidak loyal dan berkhianat kepada beliau,” ujarnya.

Sebagai penutup, Kurniawan berpesan agar Presiden Prabowo lebih selektif dalam memilih pembantunya, memastikan mereka benar-benar bisa dipercaya.

“Kami berkomitmen tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto minimal hingga 2029, bahkan lima tahun berikutnya, selama beliau tetap berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Penulis : [BMT Manalu]

Redaktur : [Abednego Manalu]

201 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *