JAKARTA – Editorial24jam.com || Duka dan kekecewaan dirasakan ratusan orang tua kadet program Diploma 3 Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Setelah menempuh pendidikan vokasi selama 3 tahun dengan sistem asrama dan pembinaan semi-militer, putra-putri mereka dilantik menjadi prajurit TNI dengan pangkat Sersan Dua (Serda), golongan Bintara.
Pangkat Serda tersebut setara dengan lulusan Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI reguler yang masa pendidikannya 5 hingga 6 bulan. Padahal, selama kuliah seluruh biaya hidup kadet D3 Unhan ditanggung negara melalui beasiswa penuh Kementerian Pertahanan.
“Kami sedih. Anak kami 3 tahun dipisah dari keluarga, digembleng pagi-siang-malam. Makan, tidur, kuliah semua diatur negara. Tapi lulusnya disamakan dengan yang sekolah 5 bulan. Rasanya pengorbanan 3 tahun itu belum mendapat penghargaan yang sepadan,” ungkap UN, salah satu orang tua kadet D3 Unhan asal Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Para kadet D3 Unhan menempuh pendidikan di Fakultas Vokasi Logistik Militer dengan kurikulum akademik plus pelatihan dasar kemiliteran. Sistem pendidikan berasrama penuh ini dinilai masyarakat memiliki nilai lebih dibanding pendidikan vokasi pada umumnya.
Selama pendidikan, seluruh kebutuhan kadet dibiayai negara. Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kemhan 2023, pagu anggaran Unhan mencapai Rp434,6 miliar per tahun. Estimasi nilai beasiswa per kadet D3 mencapai ratusan juta rupiah selama 3 tahun untuk asrama, makan, seragam, dan operasional pendidikan.
Ironisnya, untuk menjadi prajurit TNI, lulusan D3 Unhan tetap harus mengikuti seleksi Bintara reguler bersama lulusan SMA/sederajat. Setelah lulus seleksi, mereka dilantik dengan pangkat Serda.
Pengamat Militer dan anggota Komisi I DPR RI menilai kebijakan ini perlu dievaluasi. Mengacu pada UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 26, kepangkatan prajurit didasarkan pada kualifikasi pendidikan, masa dinas, dan prestasi.
“Publik wajar mempertanyakan, apakah kualifikasi lulusan 3 tahun kuliah vokasi pertahanan setara dengan kualifikasi lulusan 5 bulan Secaba? Jika iya, perlu dijelaskan ke publik untuk apa negara berinvestasi mendidik mereka selama 3 tahun,” ujar seorang anggota Komisi I DPR RI yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Para orang tua kini berharap Presiden Prabowo Subianto dapat meninjau kembali skema pembinaan karier lulusan D3 Unhan. Presiden Prabowo merupakan Menteri Pertahanan periode 2019-2024 yang menggagas penguatan Unhan sebagai kampus bela negara.
Mereka berharap ada skema karier yang lebih berkeadilan dan sepadan dengan lama pendidikan serta besarnya anggaran negara yang telah dikucurkan. Tujuannya agar pengorbanan kadet dan investasi negara tidak sia-sia, serta Unhan tetap menjadi pilihan utama putra-putri terbaik bangsa.
Penulis : [BMT Manalu]
Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply