LAMPUNG TENGAH – Editorial24jam.com || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, menuai perhatian orang tua murid dan masyarakat. Pasalnya, paket MBG yang diterima siswa pada Senin, 29 Desember 2025, dinilai belum sepenuhnya mencerminkan konsep menu bergizi seimbang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa menerima dua buah jeruk, dua butir telur, dua kotak susu ukuran 125 ml, serta satu bungkus biskuit Marie susu. Pada kemasan biskuit tersebut tercantum promosi bertuliskan “Temukan Hadiah”, dengan hadiah yang bervariasi, mulai dari uang tunai hingga perangkat elektronik.
Kehadiran kemasan biskuit dengan promosi hadiah tersebut menjadi perhatian sebagian orang tua murid, karena dinilai dapat mengalihkan fokus anak dari tujuan utama program MBG, yakni pemenuhan kebutuhan gizi.
Salah satu siswa menyampaikan bahwa paket tersebut merupakan pembagian MBG terakhir di tahun 2025, dengan jatah beberapa hari yang digabung. “Dapat telur, jeruk, susu, dan biskuit,” ujarnya singkat.
Sejumlah orang tua murid menilai menu MBG tersebut masih perlu dievaluasi, terutama terkait kelengkapan unsur gizi seimbang seperti karbohidrat, sayuran, dan lauk matang. Mereka berharap program MBG ke depan dapat disajikan dalam bentuk makanan siap konsumsi yang lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah dasar.
“Program ini sangat baik, tapi kami berharap menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi seimbang dan tidak menimbulkan persepsi lain di kalangan anak-anak,” ujar salah satu orang tua murid.
Hingga saat ini, Kepala SDN 1 Sukajaya, Kasrun, belum memberikan keterangan resmi meskipun telah dihubungi melalui pesan WhatsApp. Pihak pengelola dapur MBG juga belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan terkait menu yang disajikan.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi agar tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar siswa dapat tercapai secara optimal.
Penulis : [Hazwarsyah]
Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply