Advertisement

Modus Catut Nama, Penipu Gasak Uang Keluarga Korban

Keterangan Foto : Nomor yang digunakan oleh penipu dengan modus mencatut nama, (Doc/AM)

MERAUKE – Editorial24jam.com || Aksi penipuan dengan modus mencatut nama kembali terjadi dan menimpa seorang pria muda bernama Eko Daniel CJ Manalu, pada Kamis (26/03/2026). Pelaku diketahui menggunakan identitas korban untuk menghubungi sejumlah kerabat dan melakukan penipuan dengan berbagai cara.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.58 WIB, ketika paman korban yang berada di Kalimantan menerima pesan WhatsApp dari pelaku yang mengatasnamakan Eko. Pelaku memulai percakapan dengan menanyakan kabar, namun karena merasa janggal, sang paman langsung menghubungi nomor asli korban untuk memastikan kebenarannya.

Setelah mengetahui adanya penyalahgunaan identitas, Eko segera membuat klarifikasi melalui media sosial untuk memperingatkan keluarga dan kerabatnya.

Meski demikian, penipuan sudah lebih dulu terjadi. Beberapa jam kemudian, pihak keluarga memberitahukan bahwa nenek korban telah tertipu dan sempat mentransfer uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku. Selain itu, sejumlah keluarga lainnya juga mengaku menerima pesan serupa dari pelaku.

Sekitar pukul 14.59 WIB, pelaku kembali menjalankan aksinya dengan modus mengirimkan bukti transfer palsu sebesar Rp1.000.000 dan Rp500.000 kepada salah satu bibi korban. Pelaku kemudian meminta agar uang tersebut dikembalikan dalam bentuk top up saldo GoPay. Namun, korban tidak menemukan adanya dana masuk ke rekening dan langsung memblokir nomor tersebut.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 15.38 WIB, Eko kembali dihubungi oleh nomor lain yang mengaku sebagai temannya berinisial SL. Pelaku mencoba meyakinkan korban dengan dalih membantu melacak pelaku penipuan, bahkan sempat melakukan panggilan suara.

Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta korban mentransfer uang sebesar Rp100.000 untuk kepentingan pelacakan. Eko sempat mengirim Rp20.000 ke nomor GoPay 082379346433 atas nama Vincent. Namun, pelaku terus mendesak agar korban mengirimkan sisa uang dalam waktu singkat.

Merasa curiga, Eko melakukan pengecekan nomor tersebut dan menemukan bahwa nomor itu bukan milik temannya. Dugaan pun menguat bahwa pelaku kembali menggunakan modus penipuan dengan mengatasnamakan orang lain.

Dalam komunikasi selanjutnya, pelaku utama bahkan meminta uang sebesar Rp500.000 dan mengancam akan meretas akun keluarga korban jika permintaan tidak dipenuhi. Ancaman tersebut disertai dengan kata-kata kasar.

Kasus serupa juga dialami oleh pihak lain sekitar pukul 16.56 WIB. Pelaku menghubungi seorang warga dengan mengaku sebagai mantan murid dan berpura-pura ingin memberikan uang sebagai tanda terima kasih. Setelah mengirim bukti transfer palsu sebesar Rp1.500.000, pelaku kemudian meminta uang kembali sebesar Rp500.000 dengan alasan salah transfer.

Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan setelah korban menyadari tidak adanya dana yang masuk ke rekening.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang mengatasnamakan keluarga atau orang terdekat. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi langsung sebelum melakukan transaksi keuangan.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

313 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *