Advertisement

Pemkab Taput Salurkan 150 Ribu Bibit Kopi untuk Kelompok Tani

TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis, mulai dari pengembangan komoditas unggulan, penyediaan bibit dan benih, irigasi, rehabilitasi lahan hingga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, menilai pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi menjadi salah satu sumber kehidupan utama masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk hadir dan memastikan setiap program pertanian memberikan manfaat nyata bagi petani.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah kopi. Pemkab Tapanuli Utara terus mendorong agar kopi daerah mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Dalam upaya membuka peluang kerja sama dan akses pasar, Pemkab Taput menggandeng investor kopi dari Korea dengan melakukan kunjungan ke sejumlah perkebunan dan kelompok tani kopi di Kecamatan Siborongborong dan Sipoholon.

Pengembangan kopi juga diperkuat melalui penyaluran 150.000 batang bibit kopi tahap pertama kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan.

Penyaluran bibit dilakukan secara bertahap di Kecamatan Siborongborong, Sipoholon, Tarutung, Muara, Siatas Barita dan Sipahutar, dengan penerima yang terdiri atas puluhan kelompok tani.

Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan pada pembagian bibit, tetapi juga diharapkan diikuti dengan penanaman, pemeliharaan dan pengembangan secara berkelanjutan sehingga menjadi investasi jangka panjang bagi keluarga petani.

Selain kopi, Pemkab Tapanuli Utara juga mendorong pengembangan bawang merah. Di Kecamatan Pahae Jae, pemerintah menyerahkan 1,9 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo beserta sarana produksi kepada gabungan kelompok tani.

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membangun kemandirian benih di tingkat petani.

Petani didorong menyisihkan sebagian hasil panen untuk dikembangkan kembali menjadi benih. Dengan pola tersebut, diharapkan penangkaran benih bawang merah dapat berkembang di Pahae Jae sehingga ketergantungan terhadap benih dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap.

Tapanuli Utara juga memiliki beragam komoditas lokal yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. Untuk menggali potensi tersebut, Pemkab Taput melakukan kegiatan identifikasi dan karakterisasi komoditas lokal bersama Tim Peneliti BRIN Jakarta.

Kegiatan diawali dengan pengamatan tanaman kacang tanah di Kecamatan Adiankoting, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi sejumlah komoditas seperti kacang merah, aren, sereh wangi, alpukat dan durian di sejumlah wilayah.

Melalui kegiatan tersebut, komoditas lokal diharapkan dapat diketahui karakteristik dan keunggulannya sehingga pengembangannya lebih terarah serta mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.

Upaya membangun kemandirian benih juga dilakukan pada komoditas padi. Salah satunya melalui kegiatan penumbuhan penangkar padi sawah pada Kelompok Tani Dosrohanta, Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae.

Program ini diarahkan untuk menjaga kemurnian varietas, menyediakan benih bermutu, membangun kemandirian benih serta mendukung peningkatan produksi pangan dan pendapatan petani.

Kelompok tani yang mendapatkan pembinaan diharapkan dapat berkembang menjadi produsen benih padi sawah yang berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Pemkab Tapanuli Utara juga terus memastikan lahan sawah yang terdampak bencana dapat kembali dimanfaatkan secara produktif.

Monitoring dan evaluasi rehabilitasi lahan sawah dilakukan di Kecamatan Pahae Jae dan Purbatua. Lahan yang telah direhabilitasi selanjutnya diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya komoditas padi.

Di sisi lain, dukungan terhadap ketersediaan air dilakukan melalui pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih di Kecamatan Siatas Barita.

Ketersediaan air dan sarana produksi dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, pembangunan sektor pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Pemkab Taput juga melaksanakan kegiatan optimasi lahan dan konservasi, verifikasi dan validasi pupuk bersubsidi, memastikan ketersediaan stok pupuk serta melakukan realokasi pupuk sesuai kebutuhan.

Berbagai langkah tersebut diarahkan agar program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran, tertib dan memberikan manfaat bagi petani.

Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya Pemkab Tapanuli Utara dalam memperkuat sektor pertanian melalui berbagai aspek, mulai dari penyediaan bibit dan benih, pupuk, irigasi, rehabilitasi lahan, pendampingan kelompok tani, pengembangan komoditas lokal, peningkatan kapasitas penangkar hingga membuka akses pasar internasional.

Pembangunan pertanian, menurut pemerintah daerah, tidak cukup hanya berhenti pada penyaluran bantuan. Bantuan diharapkan menjadi modal bagi petani untuk berkembang, sementara pendampingan diarahkan untuk mendorong kemandirian.

Produksi pertanian juga diharapkan tidak hanya meningkatkan volume hasil panen, tetapi mampu memberikan nilai tambah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Tapanuli Utara mengajak para petani untuk terus bersinergi dengan pemerintah, memanfaatkan bantuan secara optimal, meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas hasil pertanian.

“Kita punya tanah yang subur. Kita punya petani yang tangguh. Kita punya komoditas yang unggul. Sekarang saatnya kita tingkatkan nilai dan kesejahteraannya,” demikian semangat yang terus didorong dalam pembangunan pertanian di Tapanuli Utara.

Penulis : [Apim]

5 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *