HUMBAHAS – editorial24jam.com ||Setelah menjenguk korban keturunan Ompu Patar Munte yang mengungsi di Mapolres Humbang Hasundutan, kuasa hukum Poltak Silitonga, SH., MH. yang akrab disapa “PH Jepang” kemudian mendatangi korban penganiayaan di RSUD Doloksanggul, Senin (14/9/2026) sore.
2 Korban Masih Dirawat Intensif, Salah Satunya Pendeta HKBP
Dalam keterangannya kepada media, Poltak Silitonga menyampaikan kondisi terkini para korban kekerasan, pengeroyokan, dan penjarahan yang diduga dilakukan kelompok Raja Bius Manullang Matiti.
“Sore hari ini saya menjenguk korban kekerasan di RSUD Doloksanggul. 6 orang sudah bisa pulang, 2 orang lagi yang mengalami patah tulang masih harus mendapatkan perawatan intensif,” ujar Poltak.
Kedua korban yang masih dirawat adalah seorang bapak lansia berusia di atas 60 tahun dan seorang Pendeta HKBP dari Gereja HKBP Matiti.
“Mereka berdua ini beberapa bulan lalu datang memohon ke kantor saya agar saya mau membela mereka. Katanya tidak ada lagi yang mau dan berani membela mereka. Mereka juga disarankan beberapa pengacara untuk menemui saya, karena PH Jepang lah yang bisa menolong mereka,” kata Poltak.
PH Jepang memeluk kedua korban, memberikan semangat dan doa, serta berjanji akan terus mendampingi secara hukum hingga mereka mendapatkan keadilan.
Korban Ceritakan Kronologi: Serangan Pagi Hari Sudah Direncanakan
Kepada PH Jepang, para korban menceritakan kronologi awal kejadian. “Pada pagi yang sejuk itu tiba-tiba ada segerombolan orang datang menyerang dengan membawa batu, pisau, kayu, besi. Mereka datang menggunakan puluhan sepeda motor dan mobil pikap. Ini benar-benar sudah terencana,” kata salah satu korban.
“Yang pertama kami dengar jeritan anak kecil yang ditendang dan dianiaya. Saat orang tuanya datang melindungi, langsung dihajar dan dikeroyok. Di situlah mulai terjadi penjarahan, pelemparan, pembakaran, dan pengeroyokan. Kami menyelamatkan diri masing-masing tapi terus dikejar dan dipukuli dengan batu agar tidak mati,” lanjutnya.
“Pokoknya sadis. Ada suara tangisan di mana-mana dan ada teriakan ‘bunuh, usir’ dari kelompok Raja Bius Manullang Matiti. Itu membuat kami semua ketakutan,” ujar korban lainnya.
Desak Penangkapan Pelaku Lain dan Perhatian Pemerintah
Mendengar cerita tersebut, PH Jepang kembali menguatkan dan mendoakan para korban. Ia juga berjanji akan membantu Polres Humbahas dan Polda Sumatera Utara untuk menangkap pelaku yang belum tertangkap.
“Saya berharap kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian kepada para korban kekerasan oleh Raja Bius Manullang Matiti. Kepolisian jangan hanya memproses 8 orang yang sudah ditangkap. Ada puluhan orang lagi yang masih berkeliaran, termasuk aktor utama MPR Manullang dan pendana dari Jakarta. Sewaktu-waktu mereka bisa datang menyerang kembali,” tegas Poltak.
Setelah dari rumah sakit, PH Jepang melanjutkan perjalanan ke TKP untuk melihat langsung rumah-rumah warga ahli waris Ompu Patar Munte yang rusak, dijarah, dan dibakar.
“Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan perlindungan dalam menegakkan keadilan dan kebenaran ini, agar menjadi berkat bagi orang banyak dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” pungkasnya.(BMT.Manalu)













Leave a Reply