HUMBAHAS – editorial24jam.com ||Puluhan korban kekerasan, penjarahan, penganiayaan, dan pembakaran rumah di Dusun Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Doloksanggul, masih mengungsi di Mapolres Humbang Hasundutan. Mereka menyelamatkan diri dari tindakan orang-orang yang mengatasnamakan Raja Bius Manullang Matiti, Ompu Raja Napasang Manullang Matiti.
Saat dikunjungi kuasa hukum ahli waris Ompu Patar Munte, Poltak Silitonga, SH., MH., Senin (14/9/2026), para korban yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan anak-anak kecil tampak menangis dan memeluk erat kuasa hukum mereka.
*”Rumah Kami Sudah Hancur Dibakar”*
Dalam pertemuan itu, para korban menyampaikan trauma dan penderitaan yang dialami.
“Rumah kami tidak ada lagi Pak PH, sudah hancur dan dibakar semua. Barang-barang di rumah kami juga hancur. Tempat jualan kami sudah dijarah dan dihancurkan. Kendaraan kami juga sudah dibakar. Uang kami pun dijarah dan dicuri, tidak ada lagi yang tersisa,” kata mereka dengan suara tersendat.
“Mereka juga mengatakan tidak tahu lagi mau tinggal di mana. Tolong jangan tinggalkan kami Pak PH,” ujar salah seorang korban.
Mendengar tangisan tersebut, Poltak Silitonga yang akrab disapa “PH Jepang” juga turut menangis. Ia merasakan sesaknya dada para korban atas kejadian ini.
“Saya berjanji tidak akan meninggalkan kalian. Saya akan memperjuangkan kalian sampai persoalan ini selesai. Semua pelaku kejahatan ini harus masuk penjara, termasuk aktornya MPR Manullang, dan juga pendana dari Jakarta yang memiliki wisata hutan ratusan hektare di Matiti yang diduga tidak memiliki izin dari kehutanan,” tegas Poltak.
*Minta Perhatian Bupati, DPRD, Kapolda, hingga Presiden*
Poltak Silitonga juga menyampaikan permohonan kepada para pemangku kebijakan agar segera memberikan bantuan kepada para korban.
“Untuk itu saya mohon kepada Bapak Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan, tolong tinjau masyarakat Bapak ini. Jangan biarkan mereka. Jenguk mereka dan berikan bantuan.
Kepada Bapak Ketua DPRD Humbang Hasundutan Parulian Simamora, datanglah Pak, jenguk mereka. Tidak mungkin mereka tinggal di ruangan sempit ini. Ada puluhan ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak di sini,” ujarnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menganggarkan dana untuk korban dan membantu perbaikan rumah-rumah mereka.
“Saya juga mohon kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk turun membantu,” katanya.
*Desak Penangkapan 30 Pelaku*
Kepada Kapolda Sumut, Poltak meminta agar seluruh pelaku yang terlibat ditangkap.
“Saya minta kepada Bapak Kapolda Sumut, tolong semua yang terlibat dan aktor-aktornya harus ditangkap semua. Ada 30 orang lagi yang masih berkeliaran di Sarsiantar Matiti. Kami tidak akan terima kalau hanya 8 orang yang ditangkap. Semua harus ditangkap,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Poltak kembali berjanji akan menuntaskan persoalan ini hingga para korban bisa kembali ke rumah dengan jaminan keamanan dari pemerintah.
“Tanah mereka akan tetap menjadi milik mereka untuk bertani dan mencari makan. Anak-anak mereka juga harus dipulihkan mentalnya dan bisa sekolah kembali,” pungkasnya.
Poltak juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung, sahabat, dan masyarakat yang terus mendoakan dan mendukung perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran.(BMT.Manalu)













Leave a Reply