MEDAN – Editorial24jam.com || Perjalanan Lamtagon Manalu, S.Si., MSP, dalam dunia pengelolaan perusahaan air minum daerah memasuki babak baru.
Setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di tingkat Kabupaten Tapanuli Utara, Lamtagon kini dipercaya mengemban tanggung jawab di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Ia dilantik sebagai Direktur Produksi dan Operasional Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031, Senin (26/10/2026).
Penyerahan Surat Keputusan (SK) berlangsung di Kantor Pusat Perumda Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Nomor 1, Medan. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara, Evan Botung Daulay.
Kepercayaan tersebut tidak datang tanpa pengalaman.
Nama Lamtagon sebelumnya dikenal dalam perjalanan pengelolaan PDAM Mual Natio Kabupaten Tapanuli Utara. Pada 2014, ia dipercaya menjadi direktur perusahaan daerah tersebut dan dilantik oleh Bupati Tapanuli Utara ketika itu, Nikson Nababan.
Ia mulai menjalankan tugasnya pada 31 Mei 2014.
Dalam perjalanan kepemimpinannya, sejumlah program dan capaian perusahaan menjadi bagian dari rekam jejaknya.
Salah satunya tercatat pada 2016. PDAM Mual Natio yang dipimpinnya membukukan laba sekitar Rp926 juta.
Capaian itu mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan juga melakukan berbagai upaya pembenahan, termasuk dalam aspek pelayanan air bersih dan kinerja perusahaan.
Setahun setelah menjabat, Lamtagon juga mendorong pelaksanaan meterisasi gratis tahap pertama.
Pada 2015, sebanyak 200 pelanggan yang sebelumnya masih tercatat sebagai pelanggan abonemen mendapatkan meter air secara gratis.
Langkah tersebut diharapkan membuat penggunaan air lebih terukur sekaligus membantu memperlancar dan memeratakan distribusi air kepada pelanggan lainnya.
Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh 200 pelanggan penerima meterisasi, tetapi juga sekitar 400 pelanggan lainnya.
Pengalaman Lamtagon dalam mengelola perusahaan daerah kemudian berhadapan dengan situasi yang jauh berbeda ketika pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
Melalui Surat Bupati Tapanuli Utara Nomor 500/1473/07.1.1/2020 tertanggal 8 April 2020, diberlakukan pembebasan biaya tarif air minum selama tiga bulan.
Kebijakan itu berlaku untuk tagihan Mei, Juni dan Juli 2020.
Saat itu, sekitar 4.513 sambungan pelanggan tercatat mendapatkan dispensasi, terdiri atas 18 sambungan sosial umum dan sekitar 4.495 sambungan rumah tangga (RT A).
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi.
Masa kepemimpinan Lamtagon di PDAM Mual Natio berakhir pada 9 Juli 2025. Posisi tersebut kemudian dilanjutkan David Hutabarat.
Namun, berakhirnya masa jabatan di Tapanuli Utara tidak menjadi akhir perjalanan Lamtagon dalam bidang pengelolaan air minum.
Justru setahun kemudian, pengalaman tersebut membawanya ke level yang lebih luas.
Kini ia dipercaya menjadi Direktur Produksi dan Operasional Perumda Tirtanadi Sumatera Utara untuk periode 2026–2031.
Tugas tersebut tentu memiliki cakupan yang berbeda. Jika sebelumnya berhadapan dengan pengelolaan perusahaan air minum pada tingkat kabupaten, kini tanggung jawabnya berada dalam lingkup perusahaan daerah milik Provinsi Sumatera Utara.
Produksi, operasional, distribusi, efisiensi serta kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari tantangan yang harus dihadapi.
Saat diwawancarai via seluler, Selasa (27/10/2026), sehari setelah menerima amanah barunya, Lamtagon menunjukkan keseriusan untuk menjalankan tugas tersebut.
Ia menyebut jabatan yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
“Ini amanah dan tanggung jawab yang besar. Karena itu harus dijalankan dengan serius, profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Lamtagon.
Ia mengatakan pengalaman yang diperoleh selama menangani PDAM Mual Natio akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya.
Namun, ia menyadari bahwa tantangan di Perumda Tirtanadi jauh lebih besar sehingga membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.
Menurut dia, peningkatan pelayanan tidak dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan koordinasi, evaluasi dan kerja bersama untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan air minum dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Yang utama adalah pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Kini, perjalanan Lamtagon Manalu memasuki fase baru.
Dari PDAM Mual Natio Tapanuli Utara menuju Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, pengalaman mengelola perusahaan air minum daerah menjadi modal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
Lima tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk melihat sejauh mana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kinerja dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat Sumatera Utara.
Penulis: [BMT Manalu]













Leave a Reply