TAPUT – Editorial24jam.com || Kondisi sarana dan prasarana (sarpras) di SMP Negeri 2 Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, menjadi perhatian publik. Sekolah yang memiliki ratusan peserta didik tersebut dinilai masih membutuhkan pembenahan fasilitas pendukung pembelajaran.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas sekolah disebut memerlukan perhatian. Beberapa kaca nako pada ruang kelas terlihat mengalami kerusakan, bagian atap berbahan asbes ditemukan berlubang, serta sejumlah meja dan bangku siswa dinilai sudah kurang layak digunakan.
Sorotan terhadap kondisi tersebut muncul di tengah masa kepemimpinan Kepala SMP Negeri 2 Siborongborong, Rohyeca Siahaan, yang telah menjabat sekitar satu tahun.
Berdasarkan data penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dihimpun, SMP Negeri 2 Siborongborong tercatat menerima Dana BOS sebesar Rp850.280.000 pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, anggaran yang tercatat untuk pemeliharaan sarana dan prasarana mencapai Rp163.118.900.
Sementara pada tahun 2026, sekolah tersebut kembali menerima alokasi Dana BOS sebesar Rp425.720.000 yang masih dalam tahap penyaluran.
Kondisi fasilitas tersebut menjadi perhatian mengingat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Salah satunya melalui kegiatan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang melibatkan kepala sekolah serta menghadirkan sejumlah lembaga terkait untuk membahas peningkatan mutu pendidikan.
Namun, kondisi sarana dan prasarana yang ditemukan di SMP Negeri 2 Siborongborong dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar program peningkatan kualitas pendidikan berjalan maksimal.
Ketua LSM LP3D (Lembaga Pemantau dan Pemerhati Pembangunan Daerah), Rahlan Sanrico Lumbantobing, meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui instansi terkait melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut.
“Jangan sampai persoalan seperti ini menjadi preseden buruk. Pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja dan pengelolaan fasilitas pendidikan,” ujar Rahlan.
Menurutnya, anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah harus benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas belajar mengajar.
“Dengan anggaran yang diterima sekolah, masyarakat tentu berharap pemanfaatannya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung kenyamanan siswa dan guru dalam proses pembelajaran,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan merupakan salah satu program prioritas pemerintah sehingga pengelolaan anggaran dan fasilitas sekolah perlu dilakukan secara transparan serta tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Siborongborong, Rohyeca Siahaan, Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler terkait tanggapannya pada kondisi sekolah tersebut, “Apa yg mau saya tanggapi beritanya udah keluarkan”, Balasnya via WhatsApp.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply