Advertisement

Berita Dugaan Pelanggaran SPBU 15.224.048 Sipahutar dapat Reaksi Berbeda Berbagai Pihak

TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||Terbitnya berita dugaan pelanggaran SPBU 15.224.048 Sipahutar memicu perdebatan dan pro kontra di kalangan wartawan. Berita yang diduga melibatkan pelanggaran aturan operasional SPBU, yang menimbulkan reaksi berbeda dari berbagai pihak.

Reaksi beberapa wartawan mendukung pemberitaan tersebut, menganggap berita tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap lembaga publik.

Sementara itu, sebagian lainnya mempertanyakan akurasi dan kelengkapan informasi dalam berita tersebut.

Terdapat pernyataan dari pihak wartawan dan yang mengaku dari pihak SPBU 15.224.048 Sipahutar yang menyebutkan bahwa Manager/Pengawas SPBU sebelumnya bermarga Sianturi telah digantikan oleh seseorang bermarga Manalu. Informasi ini menambah dinamika terkait berita dugaan pelanggaran di SPBU tersebut.

Pernyataan ini mungkin menjadi bagian dari klarifikasi atau tanggapan dari SPBU terkait berita dugaan pelanggaran.

Wartawan dan pihak terkait mungkin akan terus memantau perkembangan situasi dan meminta klarifikasi lebih lanjut.

Manager/Pengawas SPBU Sipahutar yang disebut bermarga Manalu tidak membalas pesan WhatsApp dari wartawan yang mencoba mengkonfirmasi informasi tentang posisinya sebagai Manager SPBU Sipahutar. Sebelumnya, ia juga tidak mau mengangkat telepon dari wartawan.

Upaya Konfirmasi Wartawan mencoba menghubungi Manager SPBU Sipahutar melalui telepon, tetapi tidak diangkat.

Wartawan juga mengirimkan pesan WhatsApp untuk konfirmasi, tetapi tidak dibalas.

Dampak dari Tidak Membalas atau Kurangnya klarifikasi dari Manager SPBU Sipahutar dapat menimbulkan spekulasi atau asumsi yang tidak akurat. Wartawan dan pihak terkait mungkin akan terus mencari informasi dan klarifikasi dari sumber lain.

Sebelum berita pertama dari Media ini di publikasikan sudah konfirmasi dengan Manager/Pengawas SPBU Sipahutar Nico Sianturi, setelah konfirmasi terkirim nomor WhatsApp Jurnalis di blokir.

Tindakan Manager/Pengawas SPBU yang memblokir nomor wartawan diduga karena sudah merasa terpojok dan tidak ingin lagi dihubungi oleh wartawan untuk meminta klarifikasi atau konfirmasi tentang dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Tindakan ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menghindari pertanggungjawaban dan transparansi, yang seharusnya menjadi prinsip dasar dalam menjalankan sebuah lembaga atau organisasi.

Sebagai Manager/Pengawas SPBU, seharusnya memiliki komitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan operasional, termasuk dalam hal penyaluran BBM bersubsidi.

Dengan memblokir nomor wartawan, Manager/Pengawas SPBU telah menunjukkan bahwa mereka tidak ingin lagi dihubungi oleh wartawan dan tidak ingin lagi menjelaskan atau mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan mereka. Ini dapat dianggap sebagai tindakan yang tidak profesional dan tidak transparan.

Kanit Ekonomi Polres Taput, AIPDA Leo Silalahi, menyampaikan bahwa pihaknya (Polres Taput) telah melakukan penyelidikan di SPBU Sipahutar dan mengingatkan Manager atau Pengawas Nico Sianturi untuk menjual BBM bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa pengisian jerigen harus disertai dengan surat rekomendasi dari pemerintah daerah, dan jika ada pengisian tanpa surat rekomendasi, maka akan ditindak.

Kabag Ekonomi Pemkab Taput, T. Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya telah menyurati/memanggil pihak SPBU Nico Sianturi untuk dimintai keterangan.

Namun, Nico Sianturi tidak hadir karena alasan anaknya sakit dan sedang berada di luar kota.

Pernyataan dari Kanit Ekonomi Polres Taput dan Kabag Ekonomi Pemkab Taput memperkuat dugaan bahwa pihak SPBU telah sengaja membohongi jurnalis terkait pergantian Manager/Pengawas SPBU.

Jurnalis sebelumnya melaporkan bahwa Nico Sianturi telah digantikan oleh Radot Manalu sebagai Manager/Pengawas, namun pernyataan dari Kanit Ekonomi Polres Taput dan Kabag Ekonomi Pemkab Taput menunjukkan bahwa Nico Sianturi masih aktif sebagai Manager/Pengawas SPBU.

Pihak yang mengaku dari SPBU diduga telah membohongi jurnalis terkait pergantian Manager/Pengawas SPBU. Radot Manalu sebelumnya menyampaikan bahwa Nico Sianturi telah digantikan oleh dirinya sendiri sebagai Manager/Pengawas, Rekan jurnalis yang diduga pro pada pihak SPBU juga menyampaikan bahwa Manager sebelumnya, Nico Sianturi, telah resign dari pekerjaan sebagai pengawas/manager SPBU.

Pada hari ini 10/04/ Sebelum berita ini terbit awak media sudah mengirimkan berita ke pihak SPBU, Sayangnya pihak SPBU belum membuka blokir.(BMT.Manalu) 

187 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *