TAPUT – Editorial24jam.com || Keberadaan proyek yang disebut-sebut masyarakat sebagai pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton di Desa Bahalbatu III, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kini menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, proyek tersebut diduga sebagai proyek siluman karena tidak dilengkapi papan informasi di lokasi pekerjaan, dan tidak diketahui sumber anggaran nya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (17/12/2025), tidak ditemukan papan proyek yang memuat keterangan sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume kegiatan, maupun nama Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Kondisi ini membuat masyarakat setempat mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul proyek tersebut.
Sejumlah warga Bahalbatu III menyebut proyek itu sebagai pembangunan JUT rabat beton. Namun, hingga kini tidak ada penjelasan resmi apakah proyek tersebut bersumber dari Dana Desa atau anggaran lain.
Selain minim transparansi, kualitas pekerjaan juga menuai tanda tanya. Di beberapa titik, rabat beton tampak dilakukan penambalan, sehingga memunculkan dugaan bahwa pengerjaan proyek terkesan asal jadi.
Salah seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi menduga proyek tersebut merupakan proyek desa.
“Kalau menurut saya ini proyek desa, karena yang saya lihat pengerjaannya sering dipantau oleh perangkat desa, termasuk sekretaris desa,” ujarnya.
Warga lain yang kebetulan melintas juga mengeluhkan hasil pekerjaan proyek jalan tersebut. Menurutnya, pembangunan JUT itu terkesan gantung dan tidak sampai ke lahan warga.
“Katanya jalan usaha tani, tapi ga sampai pun ke ladang masyarakat, itu pun entahlah jelas kerjaan mereka itu, nampak asal jadi, kan lumayan untuk di korupsi kan,” Katanya.
Masih kata warga, dirinya mengaku kecewa dan meminta agar pihak terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa di Bahalbatu III. Bahkan, warga tersebut meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan di desa.
“Andai saja saya bisa bertemu dengan pak bupati JTP, saya pasti akan sampaikan keluhan saya, agar kepala desa kami ini diperiksa dulu”, tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, proyek yang disebut-sebut sebagai JUT rabat beton tersebut hingga kini tetap tanpa papan informasi. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat mengenai jumlah anggaran yang dihabiskan, volume pekerjaan, serta siapa yang bertanggung jawab sebagai Ketua TPK.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua LSM Lembaga Pemantau Pemerhati Pembangunan Daerah (LP3D) Tapanuli Raya, Rahlan Sanrico Lumbantobing, menyayangkan sikap pemerintah desa yang dinilai tidak transparan.
“Jika benar proyek itu bersumber dari Dana Desa, maka pemasangan papan informasi proyek adalah kewajiban. Itu bukan formalitas, tapi bentuk transparansi kepada masyarakat,” tegas Rahlan.
Menurutnya, ketiadaan papan proyek membuka ruang kecurigaan publik dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran administrasi.
“Papan proyek wajib memuat sumber anggaran, nilai kegiatan, volume pekerjaan, dan nama TPK. Jika itu tidak ada, wajar masyarakat menduga adanya proyek siluman,” ujarnya.
Rahlan menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, terutama setelah adanya keluhan masyarakat terkait kinerja pemerintahan Desa Bahalbatu III. Oleh karena itu, ia mendesak Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara dan pihak terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa di Bahalbatu III.
“Inspektorat harus turun dan mengaudit secara menyeluruh, bukan hanya proyek JUT ini saja, tetapi seluruh penggunaan Dana Desa. Dana Desa adalah uang negara dan uang rakyat, harus diaudit mulai dari perencanaan, pelaksanaan, administrasi, hingga kualitas fisik pekerjaan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Bahalbatu III, Marihot Lumbantoruan, telah dikonfirmasi terkait proyek yang disebut-sebut JUT rabat beton itu, namun memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apa pun.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bahalbatu III, Josua Lumbantoruan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp hanya memberikan jawaban singkat, “Ok lae”, tanpa disertai penjelasan terkait sumber anggaran, volume pekerjaan, papan informasi proyek, maupun siapa yang menjabat sebagai Ketua TPK.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply