TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||usibah banjir dan tanah longsor akhir-akhir ini sangat memberikan dampak yang sangat besar pada jalan menuju wilayah kecamatan Parmonangan barat seperti: Desa Manalu Dolok, Desa Hutatua, Desa Manalu, Desa Hutajulu, desa Hutajulu Parbalik dan desa pertengahan serta ibu kota kecamatan parmonangan.
Gerakan Muda Mudi Desa Manalu (GEMDEMAN) melakukan bakti sosial dengan membuat tanda-tanda peringatan di sepanjang jalan yang rawan longsor di wilayah Kecamatan Parmonangan Barat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Dalam keteranganya kepada Reformis Parmonangan dan Media ini, Pembina GEMDEMAN, Juvenius Sihombing, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap keselamatan umum. Dengan adanya tanda peringatan, diharapkan para pengemudi dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur yang rawan longsor.
Dalam kegiatan ini, GEMDEMAN menggunakan peralatan dan akomodasi yang merupakan swadaya sendiri. Juvenius juga mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama saat melintas di malam hari, karena jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Dengan upaya ini, GEMDEMAN berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi keselamatan dan keamanan masyarakat, terutama bagi mereka yang akan mudik ke kampung halaman.
Dalam pantauan Reformis Parmonangan dan Media ini, di sepanjang jalan antara ibu kota kecamatan sampai dengan desa Rangitgit kurang lebih 15 km adalah wilayah rawan longsor.
Untuk itu bagi setiap orang yang hendak melintas sepanjang jalur ini sebaiknya jangan dimalam hari agar nampak lebih jelas setiap titik rawan bahaya.
Penulis : BMT. Manalu
Redaktur : Abednego













Leave a Reply