TAPUT – Editorial24jam.com || Bencana longsor terjadi di area kerja PLTM 2 milik PT Tamaris Hydro di Kecamatan Parmonangan, pada Rabu (26/11/2025) dini hari. Hingga saat ini, lima orang pekerja dinyatakan hilang dan proses pencarian mengalami hambatan serius akibat akses jalan yang tertutup total serta ketiadaan jaringan komunikasi.
Informasi awal diperoleh dari koordinator lapangan PT Tamaris yang melaporkan bahwa area kerja di lembah PLTM 2 tertimbun material longsor. Awak media yang mencoba menuju lokasi juga gagal mencapai titik kejadian karena terdapat beberapa titik longsor lain yang menutupi badan jalan.
Kendaraan tidak dapat melintas dan kondisi jalan dinilai sangat berbahaya.
Selain akses yang terputus, jaringan telepon dan internet mati total sejak dini hari, sehingga komunikasi dengan warga dan pekerja di sekitar lokasi nyaris tidak dapat dilakukan. Situasi ini memperlambat upaya verifikasi dan penyaluran informasi awal.
Pada pukul 05.30 WIB, Koramil 08/Parmonangan menyampaikan laporan resmi kepada Dandim 0210/TU yang memastikan bahwa lima pekerja PT Tamaris Hydro hilang akibat longsor tersebut.
Berikut identitas lengkap para korban:
- Wilviton Huta Soit
Umur: 30 tahun
Pekerjaan: Operator PT Tamaris
Alamat: Desa Huta Tua, Parmonangan - Gedeon Manalu
Umur: 25 tahun
Pekerjaan: Operator PT Tamaris
Alamat: Desa Manalu Dolok, Parmonangan - Sahat Manalu
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Teknisi PT Tamaris
Alamat: Desa Huta Tua, Parmonangan - Togu Manalu
Umur: 26 tahun
Pekerjaan: Teknisi PT Tamaris
Alamat: Desa Huta Tua, Parmonangan - Farida
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Juru Masak PT Tamaris
Alamat: Kota Tebingtinggi
Laporan tersebut mempertegas data korban yang sebelumnya telah dihimpun dari sumber lapangan.
Kondisi lapangan dilaporkan semakin memburuk. Selain longsor utama, muncul longsor susulan pada beberapa titik menuju PLTM 2. Material tanah dan pepohonan menutup jalan sepenuhnya.
Sementara itu, hilangnya sinyal komunikasi membuat tim sulit melakukan koordinasi dan mengirimkan laporan real-time. Warga di sekitar Desa Huta Tua juga mengaku tidak dapat menghubungi siapa pun di luar wilayah.
Babinsa Koramil 08/Parmonangan telah menjalin komunikasi dengan Camat Parmonangan serta Humas PT Tamaris untuk meminta kehadiran Basarnas.
Tim penyelamat dengan perlengkapan khusus sangat dibutuhkan karena lokasi longsor berada di area lembah curam dengan tingkat risiko tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih menunggu pembukaan akses jalan sekaligus mobilisasi alat berat untuk memulai proses pencarian korban hilang.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply