SURABAYA – Editorial24jam.com || Penguatan ekosistem industri game, teknologi digital, dan ekonomi kreatif terus didorong melalui kolaborasi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), serta PERATIN.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 yang digelar di Ciputra World Surabaya, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri game, teknologi, ekonomi kreatif, komunitas, dan generasi muda.
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, mengatakan IGEX diarahkan tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan peluang industri.
“Melalui IGEX, kita ingin membuka kesempatan bagi developer, publisher, dan pelaku industri untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menciptakan peluang bisnis nyata,” ujar Hoky.
Menurut dia, perkembangan industri digital membutuhkan keterlibatan generasi muda bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang, kreator, inovator, dan pelaku usaha.
IGEX 2026 di Surabaya turut didukung sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Kebudayaan RI, Taiwan Trade Center Jakarta (TAITRA), Telkomsel, asosiasi, mitra industri, komunitas, serta pelaku industri kreatif dan teknologi.
Hoky mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap penyelenggaraan IGEX yang telah berlangsung di sejumlah kota sejak 2025. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas akses pelaku industri daerah terhadap jaringan nasional maupun internasional.
“Penyelenggaraan IGEX di Surabaya juga menjadi momentum untuk mengembangkan potensi talenta lokal Jawa Timur, memperluas akses pasar, serta menghubungkan pelaku industri daerah dengan jaringan nasional dan internasional,” katanya.
Bahas Perkembangan AI
Rangkaian kegiatan di Surabaya juga diisi APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 edisi ke-11 dengan tema “AI-Native Indonesia 2026: From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy.”
Forum tersebut membahas perkembangan kecerdasan artifisial atau AI dan dampaknya terhadap dunia usaha, infrastruktur teknologi, keamanan siber, pemerintahan, hingga kebutuhan tenaga kerja.
Hoky mengatakan AI kini mulai memengaruhi berbagai aspek bisnis dan kehidupan, sehingga pelaku industri perlu memahami perkembangan teknologi tersebut sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai.
“AI-Native bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menggunakan AI, tetapi siapa yang paling siap beradaptasi dan membangun peluang baru dengannya,” ujarnya.
APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 membahas sejumlah isu, antara lain Agentic AI dan Enterprise Automation, AI Infrastructure dan Data Center, Cybersecurity for the AI Era, Smart City dan Digital Government, Robotics dan Physical AI, Edge Computing dan AIoT, Future Workforce dan Digital Talent, serta Green AI dan Sustainable Technology.
Sejumlah praktisi dan pelaku industri dijadwalkan menjadi pembicara, di antaranya Feri Arlius dari Kementerian Kebudayaan RI, Fanky Christian dari DPP APTIKNAS, Bayu Artha Seno dari Kingston, Michael Edward, Ryoka Putra Agitama dari VST ECS, Yolanda Roring dari Masterdata Cyberindo, Ageng Permadi dari APTIKNAS Jawa Timur, dan Ony Prabowo dari Nusa Indo Technology.
Perluas Jaringan ke Asia-Oceania
Selain kegiatan di Surabaya, APTIKNAS juga mempersiapkan ASOCIO Digital & AI Summit 2026 yang akan digelar pada 6–7 Oktober 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue.
Dalam kegiatan tersebut, APTIKNAS dipercaya menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan delegasi dan pemimpin asosiasi teknologi informasi dan komunikasi dari jejaring 25 negara di kawasan Asia-Oceania.
Forum itu diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri TIK Indonesia untuk membangun jejaring, menjajaki kemitraan, dan membuka peluang kerja sama lintas negara.
“Kesempatan regional ada di rumah sendiri. Masa kita lewatkan?” kata Hoky.
Menurut dia, penyelenggaraan forum regional di Indonesia memberikan kesempatan bagi pengurus dan anggota APTIKNAS untuk bertemu langsung dengan jejaring industri TIK kawasan Asia-Oceania.
Selain memperluas jaringan bisnis, forum tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan kerja sama teknologi antara pelaku industri Indonesia dengan mitra di negara lain.
APTIKNAS juga menjalankan sejumlah program untuk memperkuat ekosistem industri TIK nasional, di antaranya National Cyber Security Connect (NCC), Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient, Koperasi APTIKNAS Maju Bersama, serta pengembangan Mall APTIKNAS.
NCC disebut telah memasuki tahun kelima dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Program tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran, edukasi, dan kolaborasi di bidang keamanan siber.
Sementara roadshow AI dilakukan di delapan kota untuk memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara aman dan efisien.
Hoky mengatakan pengembangan ekosistem digital membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga asosiasi.
“Harapan kami, berbagai kegiatan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi berlanjut menjadi program dan kemitraan nyata yang bermanfaat bagi industri game, teknologi, dan konten digital Indonesia,” katanya.
Melalui IGEX, APTIKNAS TECHSUMMIT, dan ASOCIO Digital & AI Summit, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat talenta digital, memperluas jejaring industri, serta membuka peluang pengembangan usaha dan inovasi teknologi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply