Advertisement

Kapolsek Parmonangan Disorot Usai Bantuan Bencana Disebut Tak Sampai ke Warga

TAPUT – Editorial24jam.com || Tidak sampainya bantuan bencana 2025 kepada warga Desa Huta Tua, Kecamatan Parmonangan, kian ramai diperbincangkan.

Bantuan yang berasal dari institusi kepolisian tersebut disebut-sebut tidak pernah diterima oleh warga terdampak, meskipun sebelumnya telah diinformasikan akan disalurkan.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah warga mengaku belum pernah menerima bantuan apa pun. Padahal, mereka sangat membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi ekonomi serta memperbaiki tempat tinggal pascabencana.

“Kami hanya mendengar ada bantuan, tapi sampai sekarang kami tidak pernah menerima apa pun,” ujar salah satu warga Desa Huta Tua berinisial HS.

Sejumlah warga juga menyebutkan bahwa bantuan tersebut seharusnya disalurkan melalui pihak kepolisian setempat. Namun hingga kini, keberadaan bantuan tersebut belum jelas.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Kapolsek Parmonangan, AKP Dayan Simarmata, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, “yang namanya bantuan dah kita serahkan amang, kecuali desa Hutatua, kepdes lagi sakit, nunggu dijemput.” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru di tengah masyarakat, mengingat warga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi resmi terkait mekanisme pengambilan bantuan tersebut.

Diketahui, bantuan yang dikirimkan oleh Polri melalui Mabes Polri tiba di Kabupaten Tapanuli Utara pada 29 November 2025, dengan total sekitar 3,5 ton. Bantuan tersebut direncanakan disalurkan ke sejumlah desa terdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Parmonangan, dan Kecamatan Pahae.

Penyaluran bantuan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pihak berwenang, khususnya jajaran kepolisian di tingkat tertinggi, untuk segera melakukan penelusuran dan memberikan klarifikasi secara terbuka.

Masyarakat berharap agar penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan, guna menghindari kecurigaan serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K.. hingga saat ini belum memberikan tanggapan.

Penulis : [Abednego Manalu/TH]

410 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *