Advertisement

Pelatihan Agens Hayati Hari ke-8, Petani Tarutung Dibekali Teknologi Pertanian Modern

TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pertanian terus memperkuat upaya peningkatan kapasitas petani melalui Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Produk Agens Hayati. Kegiatan tersebut telah memasuki hari ke-8 pelaksanaan dan berlangsung di Desa Hutatoruan I, Kecamatan Tarutung, Jumat (18/6/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh gabungan kelompok tani dari wilayah Kecamatan Tarutung sebagai bagian dari program pengembangan pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Hutatoruan I, Ketua PKK Kecamatan, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), PPL Desa, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan serta pemanfaatan sumber daya lokal.

Dalam pelatihan, para petani mendapatkan berbagai materi dan praktik terkait pembuatan serta pemanfaatan agens hayati. Peserta juga diperkenalkan dengan solusi alternatif dalam menghadapi keterbatasan pupuk bersubsidi melalui penggunaan pupuk nutrisi dan asam humat.

Pupuk alternatif tersebut dinilai lebih terjangkau, mudah diproduksi, serta dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain itu, petani juga dibekali pengetahuan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan agens hayati, seperti jamur Trichoderma dan bakteri antagonis yang efektif dalam menjaga kesehatan tanaman tanpa merusak lingkungan.

Materi lain yang diberikan mencakup pemanfaatan bahan alami seperti daun hau resse, sereh wangi, dan lengkuas sebagai bahan pengendali hama untuk mengatasi berbagai gangguan tanaman, mulai dari kutu daun, kutu putih, ulat, hingga serangga pengganggu lainnya.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Petani aktif mengikuti sesi pemaparan materi maupun praktik yang diberikan oleh narasumber.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, panitia juga membagikan kuesioner berbasis Google Form kepada peserta. Kuesioner tersebut bertujuan mengukur tingkat kepuasan peserta sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan pelatihan berikutnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara berharap petani semakin mampu memenuhi kebutuhan sarana produksi secara mandiri serta menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

8 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *