Advertisement

Penyampaian Aspirasi Masyarakat Bahalbatu III Tanpa Kehadiran Pimpinan Desa

TAPUT – Editorial24jam.com || Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara di Desa Bahalbatu III, Kecamatan Siborongborong, berlangsung hangat dan penuh partisipasi masyarakat. Namun, di tengah antusiasme warga, muncul kekecewaan terhadap ketidakhadiran Kepala Desa Bahalbatu III beserta perangkat desa dalam agenda resmi tersebut, Selasa (10/02/2026).

Forum reses yang seharusnya menjadi momentum strategis untuk menyampaikan dan memperkuat aspirasi pembangunan desa itu justru berlangsung tanpa kehadiran pimpinan pemerintahan desa.

Salah seorang di acara tersebut menyampaikan bahwa Kepala Desa, Marihot Lumbantoruan, tidak dapat hadir karena adanya agenda di tingkat Kabupaten Tapanuli Utara. Namun, pernyataan tersebut kemudian menuai tanda tanya di tengah masyarakat.

Setelah dikonfirmasi kepada sejumlah pihak terkait tentang kebenaran agenda di tingkat kabupaten itu, menyebutkan tidak terdapat agenda kabupaten pada waktu yang sama.

Saat dikonfirmasi, Marihot Lumbantoruan menyampaikan bahwa dirinya tidak hadir karena sedang sakit. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa informasi mengenai kegiatan reses tersebut tidak disampaikan secara langsung oleh pihak penyelenggara kepadanya.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, undangan resmi kegiatan reses disebut telah disampaikan beberapa hari sebelumnya melalui pesan WhatsApp dalam bentuk file PDF kepada yang bersangkutan.

Hal tersebut memicu reaksi keras dari sebagian warga. Salah seorang warga Desa Bahalbatu III secara terbuka mengecam pernyataan tersebut.

“Undangan sudah disampaikan beberapa hari sebelum acara, tapi kenapa disampaikan tidak ada undangan? Jadi kami sebagai masyarakat bertanya-tanya, apakah kepala desa harus dihormati berlebihan sampai pihak dewan yang datang langsung mengundang? Padahal ini untuk kemajuan desa. Bagaimana desa mau maju kalau pola kepemimpinannya seperti ini?” ujarnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan warga semakin bertambah mengingat sejumlah persoalan krusial desa tengah membutuhkan perhatian serius. Salah satunya adalah akses jalan penghubung Desa Bahalbatu III dan Desa Bahalbatu I yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan telah dibawakan dalam forum Musrenbang desa Bahalbatu III karena kondisinya yang memprihatinkan.

Warga menilai kehadiran kepala desa dalam forum resmi seperti reses sangat penting untuk memperkuat dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan di tingkat provinsi.

Selain itu, beberapa warga juga mengaku melihat kepala desa berada di salah satu warung tuak pada waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan reses.

Terlepas dari polemik tersebut, masyarakat berharap adanya evaluasi dan perbaikan komunikasi antara pemerintah desa dan warga. Mereka menegaskan bahwa forum reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, polemik ketidakhadiran kepala desa masih menjadi perbincangan hangat di Desa Bahalbatu III dan memunculkan pertanyaan tentang komitmen kepemimpinan dalam mendukung percepatan pembangunan desa.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

703 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *