HUMBAHAS – editorial24jam.com ||Penasehat Hukum vokal asal Tapanuli, Poltak Silitonga, SH., MH., yang akrab disebut PH Jepang menegaskan komitmennya sebagai Pendekar Hukum yang selalu profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Hal itu disampaikannya, Minggu (4/10/2026).
“PH Jepang selalu membangun argumentasi hukum dengan fakta dan bukti yang kami dapatkan dan teruji, bukan berargumentasi dengan narasi-narasi kosong. Bagi kami, bukti harus lebih terang dari cahaya,” tegas Poltak.
Menurutnya, kekuatan pembuktian merupakan argumentasi yang dibangun berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti yang jelas dan terang, bukan asumsi.
Poltak juga menjelaskan bahwa dalam melakukan pembelaan hukum kepada masyarakat yang terzolimi, dirinya selalu terbuka dan menyiarkan secara live argumentasi hukum yang dilakukannya kepada masyarakat luas.
“Tujuannya supaya masyarakat bisa menilai apa yang kami lakukan dan masyarakat juga bisa belajar tentang hukum. Bukan sekedar koar-koar dan mencari popularitas, tapi memberikan edukasi hukum kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Poltak memohon agar di wilayah hukum Polres Humbang Hasundutan jangan lagi terjadi dugaan persekongkolan antara para penegak hukum untuk menghukum orang yang tidak bersalah.
“Jangan menjadikan orang yang menolong menjadi tersangka, karena pesanan, tekanan, maupun untuk barter, dengan menggunakan narasi fiksi tanpa bukti dan fakta,” pintanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam perjalanan penegakan huhukum kadang yang menang belum tentu benar dan yang kalah belum tentu salah.
“Tapi ketika kebenaran itu ditutupi dan kebohongan itu berlari secepat kilat, ketahuilah bahwa suatu saat kebenaranlah yang akan menjadi pemenang. Jika hukum dunia tidak bisa menghukum, maka hukum Tuhan akan bekerja dengan sendirinya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Poltak menitipkan pesan moral kepada seluruh anggota Kepolisian.
“Pesan saya kepada Polisi, bekerjalah dengan baik dan profesional. Gunakan hati nuranimu. Ketika atasanmu memaksamu untuk hal yang tidak benar, kamu harus berani mengatakan itu tidak benar,” tegasnya.
“Jangan zolimi orang yang tidak bersalah. Ketika mereka kau zolimi, maka mereka akan menangis dan air matanya akan sampai kepada Tuhannya. Air matanya akan ditampung dalam kirbat Tuhan dan di suatu saat kelak Tuhan akan meminta pertanggungjawaban darimu dan juga keturunanmu. Semoga Tuhan memberkati, Amin,” tutup Poltak.
Penulis : BMT.Manalu













Leave a Reply