HUMBAHAS – editorial24jam.com ||Suasana haru terjadi di kantor Penasehat Hukum Poltak Silitonga, SH., MH., Rabu (28/10/2026) pagi. Ahli Waris Op Patar Munte yang dikenal sebagai warga kecil dan ekonomi lemah, datang berbondong-bondong menjumpai PH mereka.
Mereka bukan datang untuk urusan berkas. Mereka datang karena rindu.
“Katanya mereka rindu dengan PH. Mereka ingin jumpa, meminta supaya PH jangan meninggalkan mereka,” ujar Poltak Silitonga menirukan ucapan warga.
Di hadapan PH-nya, para ahli waris banyak bercerita tentang kesulitan ekonomi yang mereka alami pasca tragedi penyerangan dan penghancuran rumah yang diduga dilakukan kelompok Raja Bius Raja Napasang Manullang Matiti pada 12 September 2026 lalu.
Hingga hari ini, lebih dari satu bulan pasca kejadian, rumah-rumah mereka belum bisa diperbaiki.
“Rumah-rumah kami yang dihancurkan Raja Bius Raja Napasang Manullang Matiti belum bisa kami perbaiki, ada yang masih ditutup dengan plastik dan triplek-triplek karena ketiadaan biaya,” keluh salah satu ahli waris.
Selain himpitan ekonomi, trauma masih membekas. Mereka mengaku masih takut, karena belum semua pelaku kejahatan ditangkap polisi.
“Tapi katanya kalau mereka berjumpa dengan PH mereka tambah semangat dan kuat, makanya mereka datang,” lanjut Poltak.
Minta 32 Nama Segera Ditangkap, Teriakan “Buhar-Buhar” Masih Terdengar.
Dalam pertemuan itu, ahli waris menitipkan pesan tegas kepada Polisi melalui PH mereka.
Mereka meminta agar 32 orang yang telah dilaporkan namanya ke penyidik Polres Humbang Hasundutan yang diduga ikut dalam tragedi penyerangan, penghancuran rumah, penjarahan, pencurian, dan perampasan kemerdekaan orang segera ditangkap.
Pasalnya, intimidasi diduga masih berlanjut.
“Tadi malam katanya masih ada orang yang diduga kuat dari kelompok Raja Bius Matiti Raja Napasang Manullang tersebut yang lewat naik mobil sambil teriak-teriak dengan perkataan buhar-buhar, artinya usir-usir. Tapi katanya mereka tidak sempat video,” ungkap Poltak.
Kekhawatiran semakin menjadi karena pos penjagaan polisi di Sar Siantar disebut sudah tidak ada lagi yang berjaga.
PH Minta Kapolres Tetap Tempatkan Personil
Mendengar keluhan itu, Poltak Silitonga, SH., MH., meminta kepada Kapolres Humbang Hasundutan untuk tetap menempatkan personil sebagai petugas jaga di lokasi.
“Sebelum semua pelaku dari kelompok Raja Bius Manullang Raja Napasang Matiti yang masih berkeliaran itu ditangkap, polisi harus tetap jaga. Mereka merasa hebat, berkuasa, serta masih mau melakukan intimidasi-intimidasi kepada masyarakat Ahli Waris Op Patar Munte,” tegas Poltak.
Menurutnya, kehadiran polisi adalah jaminan rasa aman bagi warga kecil.
Di akhir pertemuan, warga kecil itu menyampaikan pesan yang menggugah:
“Tegakkan keadilan meskipun langit akan runtuh. Tetap semangat, Tuhan memberkati. Amin Pungkas Poltak.
Redaksi masih membuka hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.
Penulis BMT Manalu













Leave a Reply