Advertisement

SD Negeri 173298 Sitabotabo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak di Geosite Hutaginjang

TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata secara rutin menggelar pentas seni dan budaya di berbagai destinasi wisata unggulan, termasuk Geosite Hutaginjang.

SD Negeri 173298 Sitabo-tabo, di bawah pimpinan Kepala Sekolah Wonlas Hutasoit, turut serta dalam mensukseskan program tersebut.

Anak-anak didik SD Negeri Sitabo-tabo dengan antusias menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Batak, seperti tarian tradisional, nyanyian, turiturian Si Boru Tumbaga, dan lainnya.

Renata Sihombing, siswa kelas 4 SD Negeri 173298 Sitabo-tabo, menampilkan turi-turian Si Boru Tumbaga dengan penuh semangat dan percaya diri. Penampilannya yang memukau menunjukkan bahwa anak-anak muda saat ini masih memiliki minat dan kecintaan terhadap budaya dan tradisi Batak.

Dengan menampilkan cerita turi-turian Si Boru Tumbaga, Renata Sihombing tidak hanya menunjukkan bakatnya dalam bidang seni pertunjukan, tetapi juga membantu melestarikan budaya dan tradisi Batak untuk generasi mendatang.

Semoga penampilan Renata Sihombing dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk lebih mencintai dan menghargai budaya dan tradisi Batak.

Wonlas Hutasoit, Kepala Sekolah SD Negeri Sitabo-tabo menyampaikan bahwa cerita legenda Si Boru Tumbaga mengandung banyak pelajaran berharga yang dapat diambil dan dijadikan sebagai pedoman hidup.

Melalui cerita ini, anak-anak dapat belajar tentang nilai-nilai moral, etika, dan kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Batak. Dengan menampilkan cerita legenda Si Boru Tumbaga, diharapkan anak-anak dapat memahami dan menghayati nilai-nilai tersebut, sehingga dapat menjadi generasi yang lebih baik dan memiliki karakter yang kuat. Tuturnya.

Cerita ini juga dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi Batak, serta mempromosikan kearifan lokal kepada generasi muda. Kepala Sekolah SD Negeri Sitabo-tabo berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat lebih mencintai dan menghargai budaya dan tradisi Batak, serta dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Dengan demikian, cerita legenda Si Boru Tumbaga dapat menjadi warisan budaya yang berharga dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Batak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Pungkas Kepala Sekolah.

Penulis : [BMT. Manalu]

Redaktur : [Abednego]

190 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *