Advertisement

“VIRAL! Guru PPPK di Taput Ngaku SK Tak Diperpanjang, Sindir Kabid Tendik: Kau Siksa Saya”

TAPUT – editorial24jam.com ||Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menjadi perhatian publik. Akun bernama Samson Sinaga menyampaikan sejumlah keluhan terkait statusnya sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

Akun tersebut diketahui pemilik aslinya adalah Samson Delila Sinaga, mantan guru di SD Negeri 173256 Lobupining, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Taput.

Dalam video yang diunggah pada 17 Agustus 2026, Samson meminta kejelasan terkait statusnya sebagai guru PPPK Formasi 2022. Ia menyebut masa kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026, namun dirinya tidak memperoleh Surat Keputusan (SK) perpanjangan seperti sejumlah rekan seprofesinya.

Samson mengaku tetap melakukan proses pemberkasan meski mengalami keterlambatan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pada saat proses pemberkasan berlangsung, wilayah Taput dilanda bencana banjir dan dirinya menjadi salah satu warga yang terdampak.

Ia mengatakan, pada 29 Mei 2026, sejumlah rekan sesama guru yang mengurus pemberkasan bersamanya telah menerima surat keterangan. Namun, Samson mengaku tidak mendapatkan dokumen serupa sehingga mempertanyakan statusnya kepada pihak sekolah.

“Saya sudah mempertanyakan kepada kepala sekolah, Pratiwi Demaksari Sihotang. Kata ibu itu, saya tidak diperpanjang lagi dan tidak diusulkan oleh Dinas Pendidikan untuk diperpanjang sebagai PPPK guru,” ujar Samson dalam video tersebut.

Menurut Samson, kepala sekolah juga menyampaikan bahwa dirinya tidak diusulkan untuk mendapatkan perpanjangan kontrak serta tidak akan diberikan surat terkait status pemberhentiannya.

Samson mengaku keberatan karena hingga saat itu tidak menerima surat resmi yang menjelaskan alasan berakhirnya statusnya sebagai PPPK di sekolah tersebut.

Sindir Kabid Tendik dan Duga Ada Intimidasi.

Dalam video itu, Samson juga menyinggung dugaan intimidasi yang pernah dialaminya dari seseorang yang disebut bernama Jhon Carson Sinaga, yang kini diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Kabid Tendik) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Taput.

Dalam pernyataannya, Samson mengakui dirinya kerap menyampaikan kritik terkait persoalan pendidikan. Namun, ia meminta agar persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan status kepegawaiannya karena memang tidak memiliki hubungan.

Ia juga meminta pihak terkait memberikan keputusan atau dokumen resmi yang menjadi dasar tidak diperpanjangnya kontrak dirinya sebagai guru PPPK.

Pada 25 September 2026, Samson kembali mengunggah video reels melalui akun Facebook-nya. Dalam unggahan tersebut, ia secara langsung mempertanyakan sikap Jhon Carson Sinaga selaku Kabid Tendik Dinas Pendidikan Taput.

“Sehatnya kau, Bapak Jhon Carson Sinaga, Kabid Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Taput? Bagaimana kearoganannya, masih seperti itu?” ujar Samson dalam video tersebut.

Unggahan itu telah ditonton sekitar 12 ribu kali.

Klaim Didatangi Sejumlah Kepsek.

Samson selanjutnya mengklaim bahwa tidak lama setelah video tersebut diunggah, sejumlah kepala sekolah mendatangi kediamannya. Menurut pengakuannya, kedatangan mereka merupakan utusan dari Kabid Tendik dan meminta dirinya menemui Jhon Carson Sinaga untuk membicarakan persoalan perpanjangan kontraknya secara kekeluargaan.

Namun, Samson mempertanyakan maksud penyelesaian secara kekeluargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa statusnya sebagai guru PPPK berkaitan dengan pekerjaan untuk negara sehingga menurutnya persoalan tersebut semestinya dibicarakan melalui mekanisme kedinasan.

“Sejak kapan bapak keluargaku? Saya bekerja untuk negara. Ngapain saya datang ke rumah bapak? Di kantor dinas saja bapak berlaku tidak adil dan tidak netral,” katanya dalam video tersebut.

Dalam unggahannya, Samson juga mengaku bukan satu-satunya guru yang mengalami persoalan serupa. Ia menyebut terdapat sejumlah guru lain yang menurutnya juga merasa dirugikan dalam persoalan kepegawaian di lingkungan pendidikan Kabupaten Taput.

“Mana tanggung jawabmu para oknum Dinas Pendidikan, terutama kau, yang tidak memanusiakan kami, terutama saya. Kau siksa saya, Bapak Jhon Carson Sinaga,” ujarnya.

Samson kemudian mengajak berbagai elemen masyarakat untuk mencermati persoalan yang disampaikannya, khususnya mengenai proses perpanjangan kontrak guru PPPK dan dugaan intimidasi yang menurut pengakuannya pernah dialami. Ia juga mengaku pernah menerima telepon yang menurutnya bernada intimidatif.

Catatan Redaksi

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh tudingan dan pengakuan tersebut masih merupakan pernyataan sepihak dari Samson Delila Sinaga dalam unggahan video di akun media sosial Facebook pribadinya dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terbukti secara hukum.

Redaksi editorial24jam.com masih berupaya melakukan konfirmasi dan meminta hak jawab kepada:

1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara,
2. Kabid Tendik Dinas Pendidikan Taput, Jhon Carson Sinaga,
3. Kepala Sekolah SDN 173256 Lobupining, Pratiwi Demaksari Sihotang.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, media ini membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait.

Penulis: BMT. Manalu

994 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *