Advertisement

HUT Ke-172 Vihara Go Ya Kong, Kesenian Tionghoa dan Melayu Tampil Bersama

DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Suasana kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-172 Vihara Go Ya Kong di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026).

Perayaan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kesenian, di antaranya atraksi barongsai serta tarian tradisional Melayu. Pertunjukan itu menarik perhatian masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menyaksikan rangkaian perayaan vihara yang telah berdiri selama lebih dari satu setengah abad tersebut.

Pengurus Yayasan Vihara Go Ya Kong, yang dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Desa Rantau Panjang melalui Reza Pahlevi, mengatakan perayaan HUT ke-172 menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara masyarakat etnis Tionghoa dan Melayu.

Menurut Reza, keberadaan Vihara Go Ya Kong tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah Desa Rantau Panjang.

“Usia 172 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Warga Tionghoa dan masyarakat Melayu selama ini hidup berdampingan dan menjaga hubungan yang erat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Reza dalam sambutannya.

Ia mengatakan, keberadaan vihara tersebut sejak masa Kesultanan Serdang turut menjadi bagian dari sejarah Desa Rantau Panjang.

“Perayaan HUT Vihara Go Ya Kong merupakan agenda tahunan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus menjadi ajang mempererat persaudaraan antara etnis Tionghoa dan masyarakat Melayu di Desa Rantau Panjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Deli Serdang, Yudi Hilmawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan tersebut.

Ia menilai kegiatan itu menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dari latar belakang etnis berbeda dapat hidup berdampingan dan berkolaborasi melalui seni dan budaya.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat HUT ke-172 Vihara Go Ya Kong. Kami turut merasakan kegembiraan dalam perayaan ini,” ujar Yudi.

Menurut dia, masyarakat Desa Rantau Panjang yang mayoritas merupakan masyarakat Melayu dapat hidup berdampingan dengan masyarakat etnis Tionghoa.

“Melalui perayaan ini, masyarakat bisa hidup berdampingan dan berbaur antara etnis Tionghoa dan masyarakat Melayu sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Yudi juga mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan seni dan budaya di Kabupaten Deli Serdang.

“Dalam perayaan HUT Vihara Go Ya Kong ini kita melihat masyarakat etnis Tionghoa dan masyarakat Melayu berkolaborasi. Kami berharap hal-hal positif seperti ini terus berlanjut sehingga dapat membawa dan memajukan budaya di Kabupaten Deli Serdang,” ujarnya.

Ketua Yayasan Kesultanan Serdang, Hj. Tengku Mira Sinar, mengatakan Vihara Go Ya Kong merupakan salah satu bagian penting dari sejarah dan warisan budaya di kawasan tersebut.

Ia menyebut keberadaan vihara itu telah dikenal luas dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat di Desa Rantau Panjang.

“Sudah lebih dari seratus tahun warga etnis Tionghoa dan masyarakat Melayu hidup berdampingan. Persatuan antara kedua kelompok masyarakat ini tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari,” kata Tengku Mira.

Ia juga menyampaikan rencana untuk mendokumentasikan sejarah Vihara Go Ya Kong dalam bentuk buku yang nantinya dapat menjadi bagian dari koleksi museum.

“Saya akan membuat sebuah buku untuk museum tentang sejarah vihara ini. Semoga HUT Vihara Go Ya Kong selalu sukses setiap tahun,” ujarnya.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta pertunjukan kesenian Melayu dan kesenian etnis Tionghoa.

Sejumlah pihak hadir dalam perayaan tersebut, di antaranya pengurus Yayasan Vihara Go Ya Kong, Kepala Disbudporapar Deli Serdang Yudi Hilmawan, Ketua Yayasan Kesultanan Serdang Hj. Tengku Mira Sinar, Kapolsek Pantai Labu, Camat Pantai Labu, Kepala Desa Rantau Panjang M. Taher beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat etnis Tionghoa dan masyarakat Desa Rantau Panjang.

Penulis : [Rahmadi Saputra]

71 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *