Advertisement

Ketua APTIKNAS Hadiri Halalbihalal Menko, Bahas Strategi Ekonomi Digital

JAKARTA – Editorial24jam.com || Momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang digelar di Rumah Dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menjadi ajang strategis dalam memperkuat konsolidasi lintas sektor, stabilitas nasional, serta arah kebijakan ekonomi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan I Gusti Putu Suryawirawan, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie beserta jajaran, serta Ilham Akbar Habibie, putra Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.

Turut hadir tokoh nasional Solon Sihombing bersama pengurus Wushu Indonesia seperti Rudy Hutagalung dan Ronny. Selain itu, hadir pula rekan-rekan alumni SMA Kolese Kanisius Jakarta satu angkatan dengan Airlangga Hartarto.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO yang juga Sekretaris Jenderal PERATIN serta Wakil Ketua Umum SPRI, Soegiharto Santoso (Hoky), hadir didampingi Ketua Komtap Hukum DPP APTIKNAS dan APKOMINDO, Vincent Suriadinata.

Hoky menegaskan bahwa Halalbihalal saat ini tidak lagi sekadar tradisi seremonial, melainkan telah berkembang menjadi platform strategis untuk membangun keselarasan (strategic alignment) antar pemangku kepentingan nasional.

“Halalbihalal harus diposisikan sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi lintas sektor, konsolidasi kebijakan, serta sinkronisasi kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi teknologi dan tekanan geopolitik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas teknologi dalam mendorong percepatan transformasi digital nasional yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terhadap penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia-Oseania.

Forum internasional yang akan digelar di Raffles Hotel Jakarta pada 29–31 Juli 2026 tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota ASOCIO, terdiri dari pemimpin industri teknologi, regulator, akademisi, peneliti, dan inovator digital.

Sebelumnya, kegiatan Press Conference & Soft Launch telah dilaksanakan pada 6 Maret 2026 di Jakarta, yang dihadiri Deputi III Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.

“Indonesia terus mendorong pemanfaatan AI yang inovatif namun tetap bertanggung jawab. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama regional di bidang teknologi dan transformasi digital,” ujarnya.

Hoky menambahkan bahwa dukungan pemerintah terhadap forum tersebut merupakan bagian dari strategi besar nasional untuk meningkatkan daya saing ekonomi digital, sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan ekosistem inovasi.

Lebih luas, rangkaian Halalbihalal yang juga digelar di berbagai pusat pemerintahan menunjukkan bahwa Indonesia tetap mengedepankan pendekatan budaya, dialog, dan silaturahmi sebagai instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy).

Pendekatan ini dinilai relevan dalam menghadapi tantangan global seperti fragmentasi geopolitik, disrupsi teknologi, dan meningkatnya persaingan ekonomi digital antarnegara.

Dengan demikian, Halalbihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga fondasi strategis dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber : [Ketum DPP SPRI]

337 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *