Advertisement

Ada Apa dengan MBG di Pelalawan? Kantor Koordinator SPPG Ghaib, Diduga Alergi Pengawasan

PELALAWAN RIAU – editorial24jam.com |Di saat Presiden Prabowo Subianto tancap gas menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas untuk gizi anak bangsa, fakta miris justru ditemukan di Kabupaten Pelalawan. Kantor Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan hingga hari ini tidak diketahui keberadaannya alias ghaib. Kuat dugaan, kantor koordinator wilayah kabupaten memang belum ada.

Kejanggalan ini terungkap setelah Satgas Wasmas MBG Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Pelalawan mencoba menjalankan tugas resmi sesuai instruksi Ketua Umum PKN Patar Sihotang, S.H., M.H., untuk menyerahkan surat pemberitahuan keberadaan Satgas Wasmas kepada Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan.

Niat baik untuk bersinergi justru berujung kekecewaan.

Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan yang bernama Hanafi sangat sulit ditemui. Dihubungi via telepon tidak diangkat, di-chat WhatsApp tidak dibalas, padahal status sudah centang dua.

“Kami ini hanya ingin memasukkan surat pemberitahuan keberadaan Satgas Wasmas MBG di Pelalawan sesuai instruksi Ketum kami Bapak Patar Sihotang. Kok susahnya minta ampun. Hanafi selaku Koordinator Kabupaten sulit sekali dihubungi, angkat telepon susah, balas WA susah,” keluh Adam Silaen Satgas Wasmas MBG PKN Pelalawan.

Lebih miris lagi, kejadian serupa terjadi di tingkat kecamatan. Koordinator SPPG MBG Kecamatan Pangkalan Kuras (Korcam) bernama Diswanto diduga memblokir nomor WhatsApp anggota Satgas Wasmas MBG PKN, Jelas Adam.

“Pada hari Minggu 20 September 2026 komunikasi masih baik. Namun pada Senin 21 September 2026, saat kami hubungi Korcam Pangkalan Kuras Diswanto, panggilan pertama dan kedua masih berdering, namun panggilan ketiga langsung ‘call ended’ dan saat di-chat WA langsung centang satu. Ada apa dengan Koordinator ini? Kok alergi sekali dihubungi Satgas? Ada apa yang ditutupi?” ujar Adam dengan nada kesal.

Sebelumnya, pada Kamis 17 September 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, Asril, bahkan telah mengarahkan Satgas Wasmas MBG PKN Adam Silaen untuk langsung menghubungi Hanafi selaku Koordinator SPPG MBG Kabupaten.

Pihak Dinkes sendiri yang memberikan nomor telepon dan WhatsApp Hanafi kepada Satgas. “Tanyakan kepada beliau saja langsung,” kata Kadis Kesehatan saat itu.

Namun fakta di lapangan, nomor yang diberikan Dinkes tersebut seolah menjadi nomor hantu tanpa respon.

Kondisi ini sangat memprihatinkan dan patut diduga ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin program sepenting MBG yang menyangkut hajat hidup anak sekolah, koordinatornya tidak memiliki kantor yang jelas dan alergi terhadap lembaga pengawasan resmi?

Jika Koordinator Kabupaten dan Korcam saja sudah menunjukkan sikap anti-kritik dan alergi pengawasan sejak awal, bagaimana publik bisa yakin bahwa pengelolaan SPPG MBG di Pelalawan berjalan bersih, transparan, dan sesuai standar gizi?

Jangan sampai sikap tertutup ini menjadi indikasi adanya praktik nakal di balik program MBG, seperti sunat porsi, makanan tidak layak, atau permainan anggaran yang merugikan negara dan merampok hak gizi anak.

Oleh karena itu, Satgas Wasmas MBG PKN Kabupaten Pelalawan secara tegas meminta kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bapak Dr. Dadan Hindayana untuk segera mengevaluasi dan mencopot Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan Sdr. Hanafi dan Korcam Pangkalan Kuras Sdr. Diswanto.

“Kami minta BGN pusat turun tangan. Evaluasi secepatnya. Ganti koordinator yang tidak mau bersinergi dengan pengawasan. MBG di Pelalawan butuh koordinator yang terbuka, punya kantor jelas, dan mau diawasi, bukan yang ghaib dan main blokir-blokiran. Ini program Presiden, jangan dirusak oleh oknum koordinator,” pungkas Adam Anggota Satgas Wasmas MBG PKN Pelalawan.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator MBG Pelalawan Hanafi masih sulit ditemui, telepon tidak dijawab dan WhatsApp tidak dibalas padahal sudah centang dua, sementara Korcam Pangkalan Kuras Diswanto masih memblokir WhatsApp Satgas Wasmas MBG PKN.(Red)

11 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *