TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mengakselerasi proses pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan penyelenggaraan penandatanganan kerja sama pembangunan Huntap antara Yayasan Buddha Tzu Chi dan tiga perusahaan pelaksana, yang disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, serta Sekretaris Daerah Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Selasa (6/1/2026), menjadi dasar pelaksanaan pembangunan 103 unit Huntap di sejumlah lokasi di Kabupaten Tapanuli Utara.
Usai kegiatan tersebut, Bupati bersama jajaran langsung meninjau Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting. Di lokasi ini, Bupati berdialog dengan warga untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menjelaskan secara langsung mekanisme bantuan dan tahapan pembangunan hunian pascabencana.
Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa relokasi warga tidak dilakukan tanpa pertimbangan matang. Relokasi hanya diberlakukan apabila kondisi lahan dinyatakan tidak aman oleh ahli geologi atau rumah telah rusak berat akibat longsor.
“Relokasi bukan kebijakan yang dilakukan sembarangan. Jika lokasi masih aman dan layak, rumah dapat dibangun kembali. Pemerintah tidak ingin membangun rumah di lokasi yang berisiko,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam penggunaan anggaran negara. Seluruh proses pembangunan, menurutnya, harus berdasarkan kajian teknis dan verifikasi data yang valid agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan, warga terdampak yang tidak direlokasi dan memiliki lahan aman akan menerima bantuan pembangunan rumah secara mandiri, dengan besaran Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta bagi rumah rusak berat.
Sementara itu, warga yang direlokasi akan memperoleh rumah senilai Rp75 juta lengkap dengan lahan dan sertifikat kepemilikan. Pemerintah juga akan melengkapi hunian dengan peralatan dapur dasar serta membangun sarana pendukung seperti akses air bersih, listrik, dan jalan lingkungan.
Bupati turut mengingatkan agar seluruh data calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, demi menghindari kesalahan dan memastikan keadilan bagi seluruh warga terdampak.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi menyampaikan harapan agar pembangunan Huntap dapat berjalan lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik, sehingga rumah dapat segera dihuni oleh masyarakat.
Perwakilan warga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, atas perhatian dan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana. Doa dan apresiasi juga disampaikan agar seluruh pihak yang terlibat mendapat balasan atas kerja keras dan kepedulian yang telah diberikan.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply