Advertisement

DPD KNPI Tapteng : Tangkap Oknum Guru Pelaku Penista Agama 

PANDAN – Editorial24jam.com ||Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah Raju Firmanda Hutagalung menanggapi kasus viral penistaan Agama yang telah di laporkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Sibolga dan Tapanuli Tengah (31/07/25) kemarin.

Menurut Tokoh Pemuda Kabupaten Tapanuli Tengah itu, langkah yang diambil oleh GAMKI Sibolga dan Tapanuli Tengah beserta Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakat itu sudah benar dan tegas.

“Tidak ada tempat untuk orang-orang pembenci agama di Sibolga-Tapanuli Tengah, saya mendukung penuh laporan GAMKI dan kawan-kawan Organisasi Kepemudaan yang melaporkan penistaan agama yang dilakukan oleh Oknum Guru tersebut ke Polres Kota Sibolga”.ujarnya kepada Wartawan pada Jumat (1/8/25) di Pandan.

Aktivis yang dikenal masyarakat kritis itu menerangkan bahwa Sibolga dan Tapanuli Tengah merupakan suatu Daerah yang menjadi percontohan dari nilai yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dua daerah ini tidak pernah terjadi konflik agama ditengah-tengah kehidupan sosial yang masyarakatnya memiliki keyakinan agama yang beragam, justru hidup rukun dan damai berdampingan dalam segala perbedaan dan saling menghormati satu sama lain. Sibolga dan Tapanuli Tengah itu adalah cerminan dari nilai yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu jua”jelas raju.

Raju meminta polres sibolga untuk segera menindak lanjuti laporan atas penistaan agama tersebut, untuk menjaga harmonisasi antar umat beragama di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Kita meminta supaya Polres Sibolga secepatnya menangkap oknum guru yang menista agama itu, untuk menjaga harmonisasi antar umat beragama di Sibolga dan Tapanuli Tengah.” Ucapnya.

Raju Firmanda Hutagalung menyampaikan permohonan maaf nya sebagai seorang muslim atas hal yang terjadi kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti atas apa yang dilakukan oleh oknum guru yang menistakan agama tersebut.

“Saya sebagai seorang muslim, meminta maaf kepada saudara-saudara saya yang terluka atas perlakuan oknum guru tersebut. Mari sama-sama kita menjaga harmonisasi antar umat beragama di bumi Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah” Tukasnya.(BMT.Manalu).

495 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *