Advertisement

Lebih dari 10.000 Orang Bersatu dalam Aksi Damai “Tutup PT TPL” di Medan

MEDAN  – Editorial24jam.com ||Lebih dari 10.000 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan mahasiswa, berkumpul di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk mengikuti aksi damai bersejarah. Mereka bersatu suara menyuarakan satu tuntutan tegas: “Tutup PT TPL!”

Aksi damai ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Praeses HKBP, Pendeta, Pastor, Rohaniawan Muslim, Suster, dosen, pemerhati lingkungan, masyarakat korban, pendamping masyarakat, dan organisasi seperti GMKI, GAMKI, GMNI, HBB, serta mahasiswa dari berbagai agama.

Meskipun Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution, tidak berada di tempat, massa aksi tetap menyampaikan tuntutan mereka. Mereka mendesak Gubernur untuk mengirim surat rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia agar mencabut konsesi PT TPL yang dinilai telah menuai banyak persoalan sosial dan ekologis.

Aksi damai ini berlangsung tertib, damai, dan bermartabat, mencerminkan kedewasaan dan kecerdasan moral dari warga yang mencintai keadilan serta kelestarian Tapanuli Raya, Tano Batak, sekitaran Danau Toba. Massa aksi berharap tuntutan mereka dapat didengar dan dipenuhi oleh pemerintah.

Ephorus HKBP Viktor Tinambunan memberikan tanggapan terkait aksi damai yang digelar di Medan, Sumatera Utara, yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 orang. Aksi tersebut menuntut penutupan PT TPL dan pencabutan konsesi yang dinilai telah merusak lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Jarang sebanyak ini aksi damai di Medan menunjukkan kepedulian masyarakat yang sangat besar terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial,” ujar Ephorus HKBP Viktor Tinambunan.

Beliau juga menambahkan bahwa HKBP mendukung aksi damai tersebut dan berharap pemerintah dapat mendengar tuntutan masyarakat. “Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan keadilan bagi masyarakat yang terdampak,” tambahnya.

Ephorus HKBP Viktor Tinambunan juga mengapresiasi massa aksi yang telah menggelar aksi damai dengan tertib dan damai, menunjukkan kedewasaan dan kecerdasan moral dalam menyuarakan tuntutan mereka.

Penulis : BMT. Manalu

Redaktur : Abednego

1,040 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *