Advertisement

Pemancing Hilang di Sungai Aek Batang Toru, Pencarian Dilakukan Hingga Pahae Julu dan Pahae Jae

TAPUT – Editorial24jam.com || Seorang warga berinisial ABS (53), warga Lumban Toruan, Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tarutung, dilaporkan hanyut dan diduga tenggelam di Sungai Aek Batang Toru tepatnya di kawasan Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea, Minggu (24/05/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Hingga Senin (25/05/2026), korban masih dalam pencarian tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban sebelumnya pergi memancing bersama rekannya, Luhut Pasaribu, ke lokasi kejadian pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah berjalan kaki kurang lebih satu jam, keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan sempat beristirahat di sebuah gubuk di pinggir sungai sambil minum kopi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban dan rekannya mulai memancing di lokasi yang berbeda dengan jarak sekitar 15 meter. Namun pada pukul 13.00 WIB, saksi Luhut Pasaribu menyadari korban sudah tidak berada di tempat semula.

Saat dilakukan pencarian, saksi sempat melihat kepala korban yang sudah terseret arus sungai yang deras dan dalam. Karena tidak mampu memberikan pertolongan, saksi kemudian kembali ke permukiman warga untuk meminta bantuan masyarakat setempat.

Mendapat informasi tersebut, personel kepolisian bersama warga dan keluarga korban langsung turun ke lokasi melakukan pencarian hingga Minggu malam. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga pencarian dilanjutkan pada Senin (25/05/2026).

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara turut bergerak cepat dalam proses pencarian. Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, turun langsung meninjau posko pencarian di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Senin siang.

Selain meninjau posko, Wakil Bupati juga mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan dukungan moril dan rasa prihatin atas musibah yang terjadi.

Di lokasi pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pencarian korban di sepanjang aliran Sungai Batang Toru.

Tim Basarnas bersama petugas gabungan melakukan pemetaan lokasi kejadian serta pemantauan di sekitar aliran sungai. Sementara itu, tim masyarakat bergerak menuju wilayah Pahae Julu untuk melakukan pemantauan lanjutan di sepanjang aliran Sungai Batang Toru.

Setelah proses pemetaan selesai, pencarian direncanakan dilanjutkan hingga wilayah Pahae Julu dan Pahae Jae melalui penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone guna memperluas area pencarian.

Adapun jarak dari posko pencarian menuju titik lokasi korban diperkirakan sekitar 1 hingga 2 kilometer dengan kondisi medan yang cukup sulit dilalui.

Wakil Bupati meminta seluruh tim gabungan tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung dan berharap korban segera ditemukan.

Penulis : [BMT Manalu]

5 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *