Advertisement

Proyek Jalan Siborongborong Disorot Lagi, PKN-RI Tapanuli Raya Desak Audit

TAPUT – Editorial24jam.com || Kualitas pekerjaan perbaikan median jalan dalam paket preservasi Jalan Siborongborong–Jalan ke Sibolga (Tarutung)–Jalan Sisingamangaraja (Padangsidimpuan) menjadi sorotan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan pada Senin (26/10/2026), sejumlah kondisi fisik pekerjaan di jalan lintas Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, terlihat perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan di lokasi menunjukkan bekisting kayu dan penyangganya masih terpasang di sepanjang konstruksi median jalan. Pada beberapa bagian, cetakan beton tampak tidak lurus, sementara dimensi konstruksi secara keseluruhan belum dapat dipastikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis proyek.

Selain itu, pecahan batu bata dan sisa material bongkaran terlihat berserakan di sekitar area pekerjaan. Material berupa pecahan batu yang diduga akan digunakan dalam pekerjaan tersebut juga tampak berada di area putaran jalan di sekitar proyek.

Tampak juga sejumlah bagian bekisting telah dibuka setelah pengecoran. Pada bagian beton yang terlihat, terdapat permukaan yang tampak terkelupas. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah hanya berupa kerusakan permukaan atau berkaitan dengan mutu hasil pengecoran.

Kondisi di lapangan itu menimbulkan pertanyaan mengenai ketepatan dimensi, kelurusan konstruksi, kualitas hasil pengecoran, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen kontrak.

Selain kondisi fisik konstruksi, pantauan wartawan pada Senin (26/10/2026) tidak menemukan petugas pengatur lalu lintas proyek atau flagger/flagman di sepanjang area pekerjaan, mulai dari titik awal hingga titik akhir yang dipantau.

Padahal, pekerjaan berlangsung di bagian tengah jalan lintas yang masih dilalui kendaraan. Ketiadaan petugas yang terlihat saat pemantauan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengaturan lalu lintas dan pengamanan zona kerja selama kegiatan konstruksi berlangsung.

Aspek keselamatan ini perlu ditelusuri dengan mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, termasuk penerapan rencana keselamatan konstruksi dan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan serta ketentuan proyek.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah pengamanan yang dipersyaratkan telah disediakan dan bagaimana pengawasan keselamatan diterapkan selama pekerjaan berlangsung.

Sorotan terhadap pekerjaan median jalan tersebut menambah perhatian terhadap paket preservasi jalan yang sama. Sebelumnya, pada Rabu (14/10/2026), Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara Republik Indonesia (PKN-RI) Tapanuli Raya telah menyoroti pekerjaan beram jalan di ruas Tarutung–Sibolga.

Saat itu, PKN-RI Tapanuli Raya menyinggung dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, di antaranya terkait penggunaan besi pada kerangka pengecoran dan material plastik yang diduga menggunakan plastik mulsa pertanian sebagai lapisan pengecoran.

Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan material dan pencocokan dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Kini, berdasarkan pantauan wartawan, kondisi pekerjaan median jalan juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai kerapian konstruksi, kondisi permukaan beton, penanganan sisa material, dan pengamanan lalu lintas.

Rangkaian sorotan ini menjadi alasan penting bagi instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, tanpa terlebih dahulu menyimpulkan adanya penyimpangan sebelum bukti teknis diperoleh.

Berdasarkan papan informasi proyek yang berada di jalan lintas Tarutung–Sibolga, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.

Paket pekerjaan itu menggunakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5.118.716.000, dengan waktu pelaksanaan 176 hari kalender dan nomor kontrak HK.02.01/Bb2-Wil2.S2.2/368.

Paket preservasi tersebut terdiri atas beberapa item pekerjaan. Karena itu, penilaian terhadap kualitas median jalan perlu mengacu pada spesifikasi teknis, gambar rencana, volume pekerjaan, serta ketentuan kontrak yang berlaku.

Nilai anggaran paket secara keseluruhan tidak serta-merta menunjukkan besarnya anggaran khusus untuk pekerjaan median jalan. Rincian nilai setiap item perlu diperiksa melalui dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya.

PKN-RI Tapanuli Raya menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara. Organisasi tersebut bersama masyarakat berharap instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh dan audit investigasi apabila ditemukan indikasi penyimpangan yang didukung bukti awal.

Pemeriksaan diharapkan mencakup kesesuaian dimensi konstruksi, mutu material, volume pekerjaan, metode pelaksanaan, penerapan keselamatan konstruksi, serta kesesuaian pembayaran dengan pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan.

Sementara itu, masyarakat menyebut pengawas proyek berinisial IN. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi pekerjaan yang menjadi sorotan.

Publik berharap pengawasan dilakukan secara transparan agar kualitas infrastruktur terjamin dan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: [Filemon Damanik]

6 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *