DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Polresta Deli Serdang menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) sebagai upaya mematangkan kesiapan pengamanan menghadapi potensi dinamika unjuk rasa, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polresta Deli Serdang ini dipimpin langsung oleh Hendria Lesmana dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga instansi terkait lainnya. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengamanan situasi kamtibmas membutuhkan sinergi dan koordinasi yang solid.
Simulasi diawali dengan apel kesiapan, kemudian dilanjutkan dengan skenario aksi unjuk rasa yang bergerak menuju Kantor Bupati Deli Serdang. Pada tahap awal, aksi digambarkan berlangsung damai, dengan personel Dalmas awal dan tim negosiator mengedepankan pendekatan persuasif guna menjaga situasi tetap kondusif.
Namun, situasi dalam simulasi berubah ketika massa digambarkan tidak puas terhadap hasil audiensi. Kondisi kemudian memanas, ditandai dengan aksi lempar botol dan batu hingga pembakaran ban sebagai bentuk eskalasi.
Menghadapi situasi tersebut, personel Dalmas lanjutan diterjunkan, disusul tim Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dari Brimob Polda Sumut untuk melakukan pengendalian massa. Sejumlah langkah taktis diperagakan, mulai dari formasi dorong, penggunaan kendaraan taktis water cannon, hingga penanganan terhadap provokator.
Di sisi lain, tim medis juga disiagakan untuk memberikan pertolongan apabila terjadi korban, sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam setiap operasi pengamanan.
Simulasi ditutup dengan skenario pengejaran dan penangkapan pelaku kericuhan hingga situasi dinyatakan kembali kondusif.
Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya menguji kesiapan personel secara menyeluruh.
“Melalui simulasi ini, kami memastikan seluruh unsur mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama dalam pengamanan. Meskipun penegakan hukum dilakukan secara tegas, ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai tetap dijamin.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply