TAPUT – Editorial24jam.com || Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Joinher Wellington Ambarita, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SD Negeri 173234 Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan dengan baik serta menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memantau pelaksanaan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di lingkungan sekolah dasar.
Selain meninjau pelaksanaan MPLS Ramah, Wabup Deni Parlindungan memantau penerapan program SAITAPAIAS yang bertujuan membangun budaya hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan sekolah. Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik harus dimulai sejak dini dan diwujudkan melalui kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam dialog bersama siswa kelas VI, Wabup memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Ia mengingatkan para siswa agar membatasi screen time guna menghindari dampak negatif terhadap kesehatan fisik maupun perkembangan mereka.
“Manfaatkan teknologi dengan bijak. Gunakan handphone untuk belajar dan mencari informasi yang bermanfaat, bukan hanya bermain game atau menonton video hiburan,” pesan Wabup.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memantau implementasi program TAPAMAJUMA secara interaktif. Kegiatan dilakukan melalui latihan berhitung, sesi bercerita, serta tantangan bagi siswa untuk memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerasi, literasi, dan komunikasi.
Di akhir kunjungannya, Wakil Bupati memberikan arahan dan motivasi kepada para guru. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar memiliki arah yang jelas dalam belajar, sekaligus mampu memanfaatkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien.
Menurutnya, sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua menjadi kunci dalam mencetak generasi Tapanuli Utara yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : [Abednego Manalu]













Leave a Reply