Advertisement

Warga Terjebak Isolasi Longsor di Parmonangan

TAPUT – Editorial24jam.com || Sejumlah desa di Kecamatan Parmonangan dilanda bencana longsor dan banjir bandang akibat hujan deras yang berkepanjangan. Berdasarkan laporan sementara dari pihak kecamatan, setidaknya lebih dari 50 titik longsor menutup akses jalan, merusak pemukiman, dan mengisolasi beberapa desa sejak Rabu (26/11).

Di Desa Aek Raja, satu unit rumah tertimbun material longsor. Meski demikian, tidak ada korban jiwa. Empat orang dalam satu keluarga dinyatakan selamat.

Di Desa Pertengahan, tiga unit rumah tertimbun longsor yang berdampak pada tiga kepala keluarga (10 jiwa). Hingga laporan ini diterima, belum ada korban jiwa.

Namun situasi memburuk setelah laporan tambahan dari warga melalui media sosial menyebutkan adanya longsor di Dusun Sitonggitonggi, Desa Pertengahan, yang diduga menelan korban satu keluarga. Pemilik rumah, Bungkirno beserta istri, tiga anak, dan orang tuanya, Op. Elik Boru Marbun, dilaporkan hilang. Akses menuju lokasi tidak dapat ditembus kendaraan roda empat, roda dua, bahkan pejalan kaki, karena kondisi jalur benar-benar tertutup dan tidak ada sinyal komunikasi.

Di KM 10 Dusun Sidondamon, jalan hotmix tersapu longsor hingga menyisakan lebar sekitar satu meter. Pelebaran darurat tidak memungkinkan karena terhalang batu besar, sehingga dibutuhkan alat berat dan breaker (pemecah batu). Saat ini jalur hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Di Desa Hutatua, fasilitas PT Partogi Hidro Energy tertimbun longsor. Lima pegawai dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Tim kecamatan telah berkoordinasi dengan BASARNAS melalui petugas Gultom. Upaya gotong royong warga untuk membuka akses sementara dihentikan karena hujan deras dan angin kencang yang berpotensi memicu longsor susulan.

Akses utama menuju desa Hutatua dari Manalu Dolok juga tertutup longsor. Desa Manalu Purba, Purba Dolok, dan Batuarimo Terisolir Total

Akses desa Manalu Purba, Purba Dolok, dan Batuarimo dari arah Sorkam maupun dari Kecamatan Parmonangan tidak dapat dilalui. Diperkirakan terdapat sekitar 50 titik longsor di sepanjang jalur tersebut, disertai banjir bandang yang menghantam beberapa rumah warga.

Warga dari Dusun Tumus dan Dusun Sihaporas telah mengungsi ke sekolah dan rumah ibadah untuk menghindari longsor susulan.

Dari simpang tugu Paratusan menuju Desa Manalu (lokasi kantor camat), akses masih terputus karena dua titik longsor sepanjang kurang lebih 30 meter yang tidak dapat dibuka dengan alat berat yang ada. Solusi teknis masih dicari.

Seluruh jaringan listrik di wilayah terdampak padam sehingga sinyal telepon seluler tidak berfungsi. Kondisi ini membuat komunikasi dan koordinasi penanganan di lapangan menjadi sangat terbatas.

Pemerintah kecamatan masih mengumpulkan data secara bertahap sambil menunggu akses terbuka dan jaringan komunikasi kembali berfungsi.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

127 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *