Advertisement

Penanaman Uji Coba IP 300, Target 1 Hektare Hasilkan 9 Ton Bukan Hal Mustahil

DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Penerapan pertanian modern menuntut pemahaman petani terhadap kualitas tanah, pemilihan benih unggul, serta pengelolaan lahan yang tepat dan terukur. Hal ini menjadi komitmen serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS, menegaskan bahwa target produksi padi hingga 9 ton per hektare bukanlah hal yang mustahil jika petani memahami karakter lahannya dan menerapkan manajemen tanam yang baik.

“Petani sukses adalah petani yang mengenal lahannya. Jika kualitas tanah diketahui, kebutuhan pupuk tepat, dan pola tanam dikelola dengan baik, maka target 1 hektare menghasilkan 9 ton sangat mungkin tercapai,” ujar Wabup saat kegiatan Penanaman Uji Coba (Demplot) Indeks Pertanaman (IP) 300 dan Uji Laboratorium Keasaman Tanah Sawah, yang dilaksanakan PT Pupuk Indonesia bersama Gapoktan Mandiri I di Dusun VII B Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari tingginya hasil panen, tetapi juga dari kesejahteraan dan kebahagiaan petani.

“Kami bahagia jika petani bahagia. Ketika pendapatan meningkat, keluarga sejahtera, dan petani tersenyum, di situlah pemerintah dinilai berhasil,” ungkapnya.

Pemkab Deli Serdang, lanjut Wabup, terus mendorong transformasi petani menuju petani modern dan milenial yang berbasis data, analisis lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian, tidak lagi semata-mata mengandalkan pola tradisional turun-temurun.

Selain aspek produksi, pengelolaan hasil panen juga menjadi perhatian, termasuk mendorong petani untuk menabung dan memanfaatkan layanan perbankan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang, Elinasari Nasution, SP, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Beringin merupakan salah satu wilayah penopang utama produksi padi di Kabupaten Deli Serdang, dengan luas lahan sawah mencapai 2.932 hektare. Khusus Desa Karang Anyar, luas lahan pertanian tercatat sekitar 263 hektare.

“Desa Karang Anyar memiliki potensi besar sebagai sentra produksi padi. Melalui demplot IP 300 dan pengujian kualitas tanah, diharapkan produktivitas petani terus meningkat,” jelasnya.

Elinasari juga menegaskan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi yang wajib melalui e-RDKK, serta mengimbau petani agar melaporkan jika terjadi penyimpangan distribusi oleh kios pupuk.

“Apabila pupuk tidak disalurkan sesuai ketentuan, silakan laporkan. Kami bersama KP3 dan PT Pupuk Indonesia siap menindak kios pupuk yang nakal,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang, Dr. Dra. Hj. Miska Gewasari, MM, mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai solusi distribusi pupuk subsidi sekaligus penguatan ekonomi petani.

“Jika pupuk dikelola koperasi desa, penjual dan pembeli adalah anggota koperasi sendiri, sehingga tidak ada ruang permainan harga. Ini juga membuka peluang pengadaan alsintan secara kolektif,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pupuk Indonesia, Camat Beringin M. Dhani Mulyawan, S.Sos., M.IP, pimpinan OPD terkait, Kepala Desa Karang Anyar Paidi beserta perangkat desa, para kepala desa se-Kecamatan Beringin, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Penulis : [Rahmadi Saputra]

Redaktur : [Abednego Manalu]

314 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *