Advertisement

Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Huntap ke BNPB

TAPUT – Editorial24jam.com || Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., mengikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak (BSRR) secara virtual melalui Zoom Meeting dari kawasan Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Adiankoting, Senin (6/7/2026).

Rapat yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Sudaryanto, S.Sos., M.M., tersebut diikuti pemerintah daerah terdampak bencana untuk mengevaluasi progres penanganan pascabencana, khususnya penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Utara memaparkan berbagai capaian sekaligus kendala yang masih dihadapi pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 40 kepala keluarga masih menempati Hunian Sementara (Huntara). Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengusulkan agar kawasan Huntara tersebut dapat ditetapkan menjadi Hunian Tetap (Huntap), mengingat seluruh penghuni telah menyatakan kesediaannya untuk menetap di lokasi tersebut.

Bupati juga melaporkan bahwa realisasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak (BSRR) untuk kategori rumah rusak sedang dan rusak berat telah mencapai sekitar Rp1,6 miliar atau 89 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp1,8 miliar.

Sementara itu, menyusul terbitnya regulasi baru mengenai penanganan rumah rusak ringan akibat banjir, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali melakukan pendataan untuk mengajukan usulan bantuan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Dalam laporannya, Bupati menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah rumah yang direncanakan dibangun melalui bantuan Kang Dedi Mulyadi (KDM). Namun, hingga kini pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena lahan milik masyarakat penerima bantuan berada di kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah sehingga tidak diperbolehkan untuk dibangun kembali.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengharapkan arahan dan dukungan dari BNPB terkait mekanisme pengadaan lahan relokasi yang nantinya dapat diserahkan kepada masyarakat terdampak. Harapan tersebut disampaikan mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah dalam memenuhi kebutuhan pengadaan lahan secara mandiri.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 97 unit Hunian Tetap (Huntap) mandiri yang belum terealisasi dengan nilai bantuan sekitar Rp60 juta per kepala keluarga. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga berharap BNPB dapat kembali memproses usulan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk tiga bulan terakhir guna membantu masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan pascabencana melalui sinergi dengan BNPB dan pemerintah pusat, sehingga seluruh masyarakat terdampak dapat segera memperoleh hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

90 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *