TAPUT – Editorial24jam.com|| Informasi Pengguna anggaran harus transparan dalam mengelola dan melaporkan penggunaan dana untuk memastikan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Transparansi anggaran membantu mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan bahwa anggaran digunakan sesuai dengan tujuan dan prioritas yang telah ditetapkan.
Kapus Paniaran sangat sulit ditemui guna konfirmasi dana JKN dan B O K, Mungkin karena kesibukan atau alasan lainnya. Membuat akses untuk bertemu langsung dengan Kapus menjadi terbatas.
Kapus Paniaran tidak merespon upaya kontak dari tim jurnalis dan LSM, bahkan setelah dihubungi melalui telepon dan WhatsApp dua kali pada Senin 19/05/2025, Hal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas di Puskesmas Paniaran.
Pada Rabu 21/05/2025 Tim jurnalis dan LSM kembali menyambagi Puskesmas Paniaran agar dapat bertemu untuk konfirmasi langsung pada Kapus Paniaran. Namun kapus tidak ada juga dikantornya, menurut informasi yang diterima dari stafnya menyampaikan kapus lagi dilapangan imunisasi, dan ada juga yang menyampaikan kapus lagi dikantor Dinas Kesehatan.
Informasi yang berbeda tentang keberadaan Kapus Paniaran dari stafnya menimbulkan kecurigaan bahwa ada upaya untuk menyembunyikan atau mengelabui tim yang ingin melakukan konfirmasi.
Perbedaan jawaban tentang lokasi keberadaan Kapus, di lapangan sedang melaksanakan imunisasi atau di Dinas Kesehatan menjadi pertanyaan?
Kapus Paniaran tampaknya memberikan jawaban yang agak berbeda dan tidak langsung bersedia ketika ditanya tentang ketersediaan waktu untuk bertemu. Beliau menyebutkan sibuk dengan urusan dengan TKS yang mondar-mandir, serta berjanji untuk bertemu pada hari Jumat.
Balasan WhatsApp Kapus Paniaran Tiurma Sinaga, terkesan santai dan informal dengan menggunakan bahasa daerah, “Wehh Jumat ya ito”, Red, Hari jumat ya ito, yang mungkin menunjukkan bahwa beliau ingin membangun hubungan yang lebih akrab dengan tim jurnalis.
Namun, faktanya Kapus Paniaran sudah tidak merespon pesan dari Tim Jurnalis dan LSM setelah berjanji untuk bertemu pada hari Jumat guna konfirmasi langsung. Tidak adanya konfirmasi lebih lanjut tentang jam pertemuan menimbulkan ketidak pastian.
Ternyata pada hari Jumat, 23/05/2025, Tim Jurnalis dan LSM kembali mendatangi Puskesmas Paniaran untuk bertemu dengan Kapus Paniaran, namun stafnya menyampaikan bahwa Kapus sedang rapat di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara.
Ini menimbulkan kesan bahwa Kapus Paniaran mungkin sengaja menghindari pertemuan atau tidak memiliki komitmen untuk memenuhi janjinya, paling tidak menginformasikan bahwa dirinya belum dapat ditemui. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas di Puskesmas Paniaran.
Bangun MT Manalu, Ketua DPC LSM PERKARA Taput berharap agar; Pemkab Tapanuli Utara melalui Dinas Kesehatan perlu menindaklanjuti perilaku Kapus Paniaran yang dianggap tidak koperatif dan transparan dalam berinteraksi dengan insan pers.
Sebagai mitra dalam memantau pembangunan dan memantau kinerja pegawai, pers memiliki peran penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Perilaku Kapus Paniaran yang dianggap mengelabui dan tidak memenuhi janji pertemuan dapat merusak kepercayaan dan hubungan antara pemerintah dan pers.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan perlu melakukan evaluasi dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dan pers dapat berjalan dengan baik dan efektif, Pungkasnya. (RED)
















Leave a Reply