Advertisement

Proyek Pengaspalan Jalan di Lampung Tengah Menuai Sorotan, Warga: Asal Jadi dan Tidak Transparan

LAMPUNG TENGAH – Editorial24jam.com ||Proyek pengaspalan di Ruas Jalan Kampung Karang Jawa, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, menuai sorotan tajam dari warga. Baru sepekan rampung dikerjakan, kondisi aspal sudah menunjukkan kerusakan di sejumlah titik. Warga menilai pengerjaannya terkesan asal jadi dan jauh dari standar kualitas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aspal mulai mengelupas, retak, bahkan bergelombang meskipun usia jalan belum genap satu minggu. Padahal, panjang pengaspalan yang mencapai kurang lebih 450 meter itu diharapkan menjadi solusi akses transportasi warga yang selama ini rusak parah.

“Udah diaspal, tapi udah rusak lagi. Asal jadi kayaknya pengerjaannya. Makanya baru seminggu sudah rusak, paling seminggu ke depan sudah hancur jalannya,” kata salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

Lebih ironis lagi, warga mengaku tidak mengetahui asal-usul proyek tersebut karena tidak ada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi. Anggaran, sumber dana, hingga pihak pelaksana sama sekali tidak diketahui publik.

“Informasinya sih dari provinsi, tapi enggak ada plang yang dipasang,” imbuh warga lainnya.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa proyek tersebut merupakan “proyek siluman” yang datang tanpa identitas, dikerjakan tanpa transparansi, dan meninggalkan hasil yang memprihatinkan.

Warga juga mengaku tidak mengenal kontraktor maupun para pekerja yang mengerjakan pengaspalan tersebut. Mereka datang, bekerja singkat, lalu menghilang tanpa jejak, sementara jalan yang dibangun sudah mulai rusak.

“Kontraktor dari mana, pekerjanya siapa, kami enggak tahu. Tahu-tahu jalan diaspal, tapi hasilnya begini,” keluh warga.

Minimnya transparansi dan buruknya kualitas pekerjaan ini memicu kekecewaan publik sekaligus menimbulkan pertanyaan serius soal pengawasan proyek infrastruktur di daerah. Jika benar proyek tersebut bersumber dari anggaran pemerintah, maka patut diduga ada kelalaian, bahkan pembiaran, dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan, membuka secara terang-benderang sumber anggaran proyek, serta mengevaluasi pihak pelaksana. Jika dibiarkan, proyek semacam ini hanya akan menjadi contoh nyata pemborosan uang rakyat dengan hasil yang tak bertahan lama.

“Kalau kayak gini terus, rakyat cuma dapat jalan rusak, tapi uang negara entah ke mana,” pungkas warga dengan nada geram.

Hingga berita ini tayang, informasi tentang pengelola proyek pengaspalan tersebut belum berhasil dikonfirmasi.

*Tahapan Pengaspalan Jalan yang Tepat*

Pengaspalan jalan yang tepat melibatkan beberapa tahapan penting, seperti ¹ ² ³:

– *Pemetaan*: Proses pengukuran jalan dan menentukan kondisi tanah yang akan diaspal.

– *Clearing*: Membersihkan lahan dari penghalang dan material yang tidak diinginkan.

– *Stripping*: Proses timbunan untuk membentuk elevasi jalan sesuai keinginan.

– *Pemadatan Tanah*: Proses pemadatan tanah untuk menciptakan dasar yang kokoh.

– *Pelapisan Bawah*: Proses melapisi tanah dengan material pondasi bawah.

– *Pondasi Atas*: Proses membuat pondasi atas untuk mendapatkan daya dukung beban.

– *Hotmix*: Proses pengaspalan dengan menggunakan aspal hotmix.

– *Finishing*: Proses penyelesaian akhir untuk memastikan jalan yang diaspal benar-benar padat dan rata.

Dengan memahami tahapan pengaspalan jalan yang tepat, diharapkan proyek pengaspalan jalan dapat dilakukan dengan baik dan menghasilkan jalan yang berkualitas.(Hazwarsyah) 

277 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *