Advertisement

SD Negeri 173299 Paniaran Dukung Program Pentas Seni dan Budaya di Geosite Hutaginjang

TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||SD Negeri 173299 Paniaran, di bawah pimpinan Kepala Sekolah Agustinus Simamora, turut serta dalam mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata.

Program ini berupa pentas seni dan budaya yang digelar secara rutin di berbagai destinasi wisata unggulan, termasuk Geosat Hutaginjang.

Anak-anak didik SD Negeri 173299 Paniaran ikut serta dalam pentas seni Martumba, menampilkan kemampuan dan bakat mereka dalam bidang seni dan budaya Batak. Kegiatan ini tidak hanya membantu melestarikan budaya dan tradisi Batak, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Kepala Sekolah Agustinus Simamora menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program ini dan berharap anak-anak didiknya dapat terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam bidang seni dan budaya.

Selain sebagai bentuk pertunjukan seni dan budaya, tortor massal juga memiliki makna yang mendalam bagi anak-anak didik. Dalam tortor massal, anak-anak diajarkan untuk memahami bahwa harta yang paling berharga bagi orang tua adalah anak-anak atau generasi penerus.

Melalui tortor massal dengan judul “Anakkon ki do hamoraon di au”, anak-anak didik diajarkan untuk memahami nilai-nilai keluarga dan pentingnya menghargai orang tua. Anak-anak juga diajarkan untuk giat belajar dan mematuhi nasihat dari orang tua agar kelak dapat sukses dan menjadi generasi yang baik. Ujarnya.

Dengan demikian, tortor massal tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter dan moral anak-anak. Anak-anak didik diharapkan dapat memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam tortor massal, sehingga dapat menjadi generasi yang lebih baik dan sukses di masa depan.

Kepala Sekolah SD Negeri Paniaran juga menyampaikan bahwa Tortor Pangurason adalah sebuah tarian sakral dalam budaya Batak Toba yang berfungsi untuk membersihkan lingkungan, diri, atau acara dari pengaruh buruk dan memohon perlindungan dari Tuhan serta nenek moyang.

Tarian ini menggunakan cawan berisi air jeruk purut dan dilakukan dalam ritual adat penting seperti pesta atau upacara penyucian wabah.

Tarian Tortor Pangurason melambangkan permohonan keselamatan, kesehatan, dan kehidupan harmonis. Dalam pelaksanaannya, tarian ini melibatkan tujuh cawan sebagai simbol elemen kehidupan.

Kepala Sekolah berharap bahwa dengan mempelajari dan melestarikan tarian ini, anak-anak didik dapat memahami nilai-nilai budaya Batak dan pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan.

Diharapkan anak-anak didik dapat menjadi generasi yang lebih peduli dan menghargai budaya dan tradisi Batak. Pungkas Kepala sekolah.

Penulis : BMT. Manalu

Redaktur : Abednego

298 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *