Advertisement

SD Negeri 173300 Lumban Tonga-tonga Lestarikan Sejarah dan Budaya Batak melalui Pentas Seni

TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||SD Negeri 173300 Lumban Tonga-tonga, di bawah pimpinan Kepala Sekolah Denna Sihotang, mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata. Program ini berupa pentas seni dan budaya yang digelar secara rutin di berbagai destinasi wisata unggulan, termasuk Geosat Hutaginjang.

Anak-anak didik SD Negeri 173300 Lumban Tonga-tonga ikut serta dalam pentas seni dengan menampilkan Hasaktian Raja Sisingamangaraja ke XII dan Martumba. Penampilan ini menunjukkan kemampuan dan bakat anak-anak didik dalam bidang seni dan budaya Batak.

Kepala Sekolah Denna Sihotang menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program ini dan berharap anak-anak didiknya dapat terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam bidang seni dan budaya.

Turi-turian adalah bentuk sastra lisan Batak yang kaya akan cerita rakyat, legenda, dan sejarah. Turi-turian ini seringkali dituturkan secara turun-temurun dan ditulis dalam aksara Batak, sehingga menjadi bagian penting dari warisan budaya Batak.

Kali ini, kisah Sisingamangaraja XII akan ditampilkan melalui pentas seni. Dengan demikian, anak-anak didik dapat mengekspresikan kreativitas dan bakat mereka dalam bidang seni, sekaligus memperkenalkan dan melestarikan sejarah dan budaya Batak kepada masyarakat luas.

Pentas seni ini diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan nilai-nilai budaya Batak dan menginspirasi anak-anak didik untuk menjadi generasi yang lebih peduli dan menghargai sejarah dan budaya Batak.

Kisah Sisingamangaraja XII adalah salah satu contoh turi-turian yang paling terkenal, merekam perjuangan heroik dan nilai-nilai budaya Batak dalam mempertahankan tanah air.

Kepala Sekolah Denna Sihotang menekankan bahwa kisah-kisah ini bukan hanya legenda, tetapi juga catatan sejarah yang menunjukkan keberanian dan semangat juang masyarakat Batak dalam menghadapi tantangan.

Dengan mempelajari turi-turian, anak-anak didik dapat memahami dan menghayati nilai-nilai budaya Batak, serta dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk menjadi generasi yang lebih baik dan peduli terhadap sejarah dan budaya Batak.

Denna Sihotang berharap bahwa dengan mengetahui sejarah Raja Sisingamangaraja XII, anak-anak didik dapat menjadi generasi yang lebih peduli dan menghargai sejarah dan budaya Batak, serta dapat menjadi penerus yang baik bagi para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Pungkasnya.

Lanjut Kepala Sekolah SD Negeri 173300 Lumban Tonga-tonga menyampaikan bahwa Martumba adalah tarian dan kesenian rakyat tradisional suku Batak Toba, Sumatera Utara, yang unik dan kaya makna. Tarian ini dilakukan dalam lingkaran sambil bernyanyi pantun (umpasa) yang berisi petuah hidup.

Martumba berfungsi sebagai hiburan, pendidikan karakter, sarana sosialisasi, dan perekat kebersamaan. Tarian ini mencerminkan nilai luhur budaya Batak yang kaya makna dan patut dilestarikan.

Kepala Sekolah berharap bahwa melalui Martumba, anak-anak didik dan masyarakat dapat memahami dan menghayati nilai-nilai budaya Batak, serta dapat menjadi generasi yang lebih peduli dan menghargai warisan budaya leluhur.

Dengan demikian, Martumba dapat terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Batak dan menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya.

Penulis : BMT. Manalu

Redaktur : Abednego

 

 

162 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *