Advertisement

SPPG Moria Resmi Beroperasi, Bupati Taput Tekankan Higienitas Dapur MBG

TAPUT – Editorial24jam.com || Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Pangaribuan sekaligus meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moria, Jumat (3/10/2025).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Taput telah menyiapkan anggaran tahun 2026 sebesar Rp35 miliar untuk mendukung ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan. Dari total Rp170 miliar belanja makanan, seluruhnya diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Taput.

“Taput merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah SPPG terbanyak di Sumatera Utara, yakni 15 titik yang sudah berjalan. Target kita, 100 ribu penerima manfaat mulai dari anak-anak PAUD hingga SMA, ibu menyusui, balita, hingga lansia dapat terpenuhi gizinya. Harapan kita, tidak ada lagi stunting di Taput menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa suplai bahan baku MBG harus diprioritaskan dari produksi lokal dengan melibatkan kelompok tani, UMKM, koperasi, dan BUMDes. Jika kebutuhan belum terpenuhi, pemerintah daerah akan menyiapkan dukungan melalui perusahaan daerah.

“Program ini harus memberi manfaat langsung bagi petani dan pelaku usaha lokal. Di SPPG Moria saja sudah menyerap 47 tenaga kerja,” jelasnya.

Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga higienitas dapur MBG. Tim dari dinas terkait akan melakukan pengawasan rutin demi keamanan dan keselamatan anak-anak penerima manfaat. “Saya berharap semua pihak menjaga komitmen agar program ini berjalan baik dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peresmian SPPG Moria diawali dengan ibadah singkat serta sambutan dari pemilik dapur, Satria Pakpahan, dan perwakilan Yayasan Bisukma Bangun Bangsa, Erikson Sianipar. Turut hadir Kapolres Taput, Dandim 0210/TU, Anggota DPRD Selamat Pakpahan, Sahat Sibarani, Toman Balige Silitonga, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha lokal.

Acara ditutup dengan kitchen tour untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana penunjang Program MBG.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

731 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *