TAPUT – Editorial24jam.com || Rencana pembangunan kembali fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Tamaris Hydro di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Parmonangan, Kamis (20/8/2026).
Sosialisasi tersebut digelar setelah sebelumnya fasilitas pembangkit mengalami kerusakan akibat bencana alam pada November 2025 yang menyebabkan sejumlah pekerja menjadi korban. Pertemuan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pihak perusahaan, Kapolsek Parmonangan, Babinsa, serta masyarakat dari Desa Hutatua dan Desa Manalu Dolok.
Camat Parmonangan Rianto Lumbantobing, S.E., memimpin jalannya pertemuan. Diskusi berlangsung cukup intensif, terutama mengenai aspek keselamatan kerja, kondisi konstruksi, serta keterlibatan masyarakat setempat dalam proses pembangunan kembali.
Dalam pertemuan itu, pihak PT Tamaris Hydro menyampaikan komitmen untuk melakukan perencanaan dan pembangunan dengan memperhatikan aspek keamanan serta keselamatan pekerja. Evaluasi terhadap konstruksi juga menjadi bagian penting dalam rencana pembangunan kembali fasilitas tersebut.
Pihak perusahaan turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi pada November 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga para pekerja yang menjadi korban.
Sementara itu, masyarakat dari Desa Hutatua dan Desa Manalu Dolok menyampaikan sejumlah aspirasi. Mereka meminta perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam pengerjaan pembangunan.
Selain persoalan kesempatan kerja, warga juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang lebih ketat. Mereka berharap pengalaman dari kejadian sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar risiko terhadap pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan.
Mantan Kepala Desa Hutatua, Jhondar Manalu, menyampaikan pada Senin (31/8/2026) bahwa sosialisasi terkait rencana pembangunan kembali PLTA tersebut akan kembali digelar.
Menurut Jhondar, sosialisasi lanjutan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan, sekaligus dapat menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kegiatan tersebut.
“Informasinya sosialisasi akan digelar kembali,” ujar Jhondar Manalu, Senin (31/8/2026).
Camat Parmonangan Rianto Lumbantobing mengatakan, pemerintah kecamatan berharap proses pembangunan kembali dapat berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan aspek keselamatan.
“Pada prinsipnya, kami mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Namun, keselamatan harus menjadi perhatian utama. Kami juga berharap masyarakat sekitar dapat dilibatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, sehingga keberadaan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Parmonangan,” ujar Rianto.
Ia menambahkan, komunikasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat perlu terus dibangun agar setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan diselesaikan dengan baik.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini ke depan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat. Aspirasi masyarakat juga harus didengar dan menjadi bagian dari pembahasan,” katanya.
Sosialisasi lanjutan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara perusahaan dan masyarakat sebelum rencana pembangunan kembali fasilitas PLTA dilanjutkan.
Pemerintah kecamatan juga diharapkan dapat memastikan setiap tahapan berjalan secara transparan, mengutamakan keselamatan, serta tetap memperhatikan aspirasi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply