Advertisement

Hampir 2 Bulan Kasus Penembakan Belum Terungkap, Korban Minta Kepastian Hukum

DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Korban dugaan penembakan, Tengku Dedek, bersama sejumlah saksi mendatangi Satreskrim Polresta Deli Serdang, Senin (27/7/2026). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan proses hukum atas laporan dugaan penembakan yang dialaminya di Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi di depan Gudang Alfamart. Hingga hampir dua bulan berlalu, korban mengaku belum melihat adanya titik terang terkait penanganan perkara tersebut.

Tengku Dedek juga menyebut kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya. Ia datang ke Polresta Deli Serdang untuk meminta kejelasan dan kepastian hukum terkait laporan dugaan penembakan terhadap dirinya.

Saat korban bersama sejumlah saksi dan awak media mendatangi ruang piket Satreskrim Polresta Deli Serdang, mereka bermaksud menemui Kanit Pidum untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Namun, petugas piket menyampaikan bahwa Kanit Pidum belum berada di kantor. Tengku Dedek kemudian mencoba menghubungi Kanit Pidum melalui telepon WhatsApp.

Dalam komunikasi tersebut, Kanit Pidum menyampaikan bahwa penyidik akan menemui korban. Tidak lama kemudian, Kanit Pidum tiba di ruang piket Satreskrim dan mengajak korban serta salah satu saksi masuk ke ruangan untuk memberikan keterangan.

Setelah sekitar satu jam berada di ruangan penyidik, Tengku Dedek keluar tanpa membawa Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Saat dikonfirmasi awak media, Tengku Dedek mengatakan kedatangannya ke Satreskrim Polresta Deli Serdang untuk mempertanyakan perkembangan proses hukum terhadap pelaku penembakan dirinya.

“Pertama, saya ingin mempertanyakan sudah sampai di mana proses hukum terhadap pelaku penembakan saya. Kedua, ketika saya masih terbaring di rumah sakit, istri saya dan para saksi telah memberikan laporan serta keterangan. Namun, sampai saat ini belum menerima SP2HP dari penyidik Satreskrim Polresta Deli Serdang,” ujar Tengku Dedek.

Ia mengaku kecewa terhadap penanganan kasus tersebut. Menurutnya, peristiwa penembakan yang dialaminya dapat mengarah pada dugaan percobaan pembunuhan.

“Saya meminta kepada Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang, dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap serta memproses hukum pelaku penembakan terhadap saya,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris PC 0202 GM FKPPI Kabupaten Deli Serdang, Joni Reza Panjaitan, mengatakan Tengku Dedek merupakan salah satu anggota GM FKPPI Rayon Tanjung Morawa.

Menurut Joni, kasus dugaan penembakan tersebut telah berjalan hampir dua bulan. Namun, hingga kini pihaknya menilai belum ada kepastian hukum yang jelas terkait penanganan perkara tersebut.

“Laporan sudah dibuat dan saksi-saksi juga sudah diperiksa oleh penyidik. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian hukum yang jelas terkait kasus ini,” kata Joni.

Ia juga mengaku kecewa terhadap dugaan lambannya penanganan kasus tersebut.

“Nama pelaku sudah ada, bukti penembakan dan selongsong peluru juga ada. Korban bahkan sempat menjalani perawatan sekitar satu bulan di RS Medistra Lubuk Pakam,” ujarnya.

Joni menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kepastian hukum.

“Apabila kasus penembakan terhadap anggota GM FKPPI Rayon Tanjung Morawa, Tengku Dedek, tidak ditindaklanjuti dan tidak ada kepastian hukum, kami dari PC GM FKPPI Deli Serdang bersama seluruh rayon se-Kabupaten Deli Serdang akan menggelar aksi damai di Polresta Deli Serdang dan Polda Sumatera Utara,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila persoalan tersebut belum mendapatkan kejelasan, pihaknya tidak menutup kemungkinan melakukan aksi hingga ke Mabes Polri.

“Kami akan terus memperjuangkan keadilan dan kepastian hukum bagi korban,” pungkasnya.

Penulis : [Rahmadi Saputra]

Redaktur : [Abednego Manalu]

61 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *