Advertisement

Lestarikan Budaya Batak, SMP Swasta Bahal Batu Tampil Memukau di Geosite Hutaginjang

SIBORONGBORONG TAPUT – editorial24jam.com ||SMP Swasta Bahal Batu, Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, turut ambil bagian dalam melestarikan kebudayaan Batak dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya di destinasi wisata unggulan Geosite Hutaginjang, Minggu (27/09/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata yang secara rutin menggelar pentas seni dan budaya di berbagai destinasi wisata unggulan.

SMP Swasta Bahal Batu yang dipimpin Kepala Sekolah Morlan Lasmaria Boru Silaban, S.Th. tampak antusias dan totalitas. Anak-anak didik menampilkan beragam kesenian, mulai dari tarian tradisional tortor, nyanyian lagu-lagu Batak, hingga tradisi budaya Batak lainnya yang memukau para pengunjung.

Pantauan di lokasi, pertunjukan seni budaya ini diikuti oleh 4 Sekolah Dasar dan SMP Swasta Bahal Batu. Para siswa terlihat percaya diri dan bersemangat di atas panggung wisata.

Kepala Sekolah SMP Swasta Bahal Batu, Morlan Lasmaria Boru Silaban menjelaskan, keikutsertaan sekolahnya adalah wujud nyata kecintaan generasi muda terhadap budaya leluhur.

“Sebelumnya kita melaksanakan tortor/tarian massal untuk memperkenalkan tradisi budaya Batak kepada pengunjung Geosite Hutaginjang, dan menunjukkan bahwa anak-anak muda saat ini masih memiliki minat dan kecintaan terhadap budaya dan tradisi Batak,” ujar Morlan.

Lanjut Morlan, melalui pertunjukan budaya ini, pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak didik.

“Dengan pertunjukan budaya Batak ini, tentunya membantu anak didik lebih mencintai, menghargai dan melestarikan budaya dan tradisi sebagai warisan yang berharga dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan pentas seni di Geosite Hutaginjang ini tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga menjadi ruang edukasi hidup bagi siswa untuk belajar mencintai jati diri budayanya sendiri di tengah arus modernisasi.

Penulis: BMT. Manalu

118 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *